Kemenhub Targetkan Integrasi Tarif Multimoda Commuter Line Rampung Akhir Tahun Ini

2026-01-14 23:34:54
Kemenhub Targetkan Integrasi Tarif Multimoda Commuter Line Rampung Akhir Tahun Ini
JAKARTA, - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan integrasi tarif transportasi massal di Jabodetabek, yang mencakup layanan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau Commuter Line, dapat rampung pada akhir 2025.Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Intram) Kemenhub, Risal Wasal, mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan sistem pembayaran dan tarif terintegrasi lintas moda, sehingga pengguna dapat berpindah antarmoda hanya dengan satu kali transaksi.“Ke depan, kita mengajak KCI juga ikut ke dalam tarif yang terintegrasi. Kemarin baru Perseroda, dari MRT-LRT Jakarta, belum KCI. Nah, ke depan KCI akan bergabung,” ujar Risal saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu malam.Baca juga: Kemenhub Siapkan Super App Nasional untuk Integrasi Pembayaran Transportasi PublikIa menjelaskan, sistem pembayaran digital menggunakan QRIS Tap sudah diluncurkan bersama Bank Indonesia (BI) sebagai bagian dari langkah menuju integrasi penuh.Adapun nilai tarif terintegrasi masih dalam tahap perhitungan.“Targetnya 2025, akhir tahun ini sudah bisa (pembayaran multimoda terintegrasi). Sistemnya sudah ada, tinggal ngobrol-ngobrol saja,” jelasnya.Menurut Risal, tahap awal integrasi akan difokuskan pada Commuter Line sebagai proyek percontohan sebelum diterapkan ke moda lain seperti LRT Jabodebek.Risal menambahkan bahwa tahap awal integrasi tarif akan difokuskan terlebih dahulu pada KCI sebagai proyek percontohan, sementara LRT Jabodebek belum akan dimasukkan dalam tahap awal tersebut.Sebelumnya, Kemenhub telah memperluas skema integrasi tarif Rp 10.000 lintas moda yang kini berlaku di Jakarta untuk Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.Skema ini memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan antarmoda dengan tarif maksimum Rp 10.000.“Ke depan, integrasi tarif ini akan menghubungkan moda lain di bawah PT Kereta Api Indonesia, termasuk KAI Commuter dan LRT Jabodebek,” tutur Risal.Ia menambahkan, kebijakan ini menjadi fondasi menuju konsep mobility as a service (MaaS), di mana berbagai moda transportasi dapat direncanakan, dipesan, dan dibayar melalui satu platform digital terintegrasi.Risal menilai langkah ini penting mengingat pengeluaran masyarakat untuk transportasi masih tinggi, yakni sekitar 12,46 persen dari total biaya hidup.Sementara, standar ideal menurut Bank Dunia seharusnya tidak lebih dari 10 persen.“Biaya sebesar itu tentu menjadi beban bagi masyarakat. Dengan integrasi tarif dan sistem pembayaran terpusat, beban itu bisa ditekan,” jelasnya.Baca juga: Kemenhub Mulai Susun Strategi Hadapi Libur Nataru 2025, Ini Rinciannya


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-14 21:17