Apel Satgas Jaga Jakarta, Pramono Ingatkan Ancaman Radikalisme hingga Bencana Alam

2026-01-17 01:35:07
Apel Satgas Jaga Jakarta, Pramono Ingatkan Ancaman Radikalisme hingga Bencana Alam
JAKARTA, – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin Apel Satuan Tugas (Satgas) Jaga Jakarta di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat .Dalam apel yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ini, Pramono menekankan pentingnya kewaspadaan Satgas terhadap berbagai potensi ancaman di Ibu Kota.Dalam sambutannya, Pramono meminta Satgas memberi perhatian pada beragam isu kerawanan, mulai dari tawuran, kriminalitas jalanan, hingga konflik sosial dan radikalisme. Di luar itu, Satgas juga diminta bersiaga menghadapi risiko bencana alam.Baca juga: Marak Pohon Tumbang di Jakarta, Pramono: Ini Cuaca Ekstrem..."Satgas perlu memberikan perhatian pada berbagai isu kerawanan, seperti tawuran, kriminalitas, konflik sosial, disinformasi, potensi radikalisme, hingga ancaman bencana seperti banjir, kebakaran, dan cuaca ekstrem," ujar Pramono, Jumat.Ia menegaskan, gerakan kolektif Jaga Jakarta tidak hanya difokuskan untuk pencegahan kriminalitas, tetapi juga untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana yang berpotensi terjadi di Jakarta."Ancaman bencana seperti banjir, kebakaran, dan cuaca ekstrem. Semua ini menuntut kewaspadaan yang tinggi dan pendekatan kolaboratif dari Satgas Jaga Jakarta," kata Pramono.Pramono juga menginstruksikan agar anggota Satgas menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat."Kepada seluruh anggota Satgas Jaga Jakarta, saya menitipkan pesan, jalankan tugas dengan integritas dan kepekaan. Jadilah mata, telinga, dan hati pemerintah di tengah masyarakat," tegasnya.Baca juga: Normalisasi Ciliwung, Pramono Siapkan Rp 232 Miliar untuk Pembebasan LahanPramono meminta Satgas bekerja dengan mengedepankan informasi, koordinasi, serta tindakan yang humanis dan responsif.Ia menambahkan, pembentukan Satgas Jaga Jakarta merupakan bagian penting dari upaya transformasi Jakarta menuju kota global.Menurut dia, kota global tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kesadaran kolektif akan keamanan dan kesiapsiagaan."Kota global dibangun dari kesadaran kolektif masyarakatnya. Kesadaran bahwa keamanan, ketertiban, dan kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Satgas Jaga Jakarta lahir sebagai wujud dari kesadaran itu," kata Pramono.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-17 01:30