Banjir Bandang dan Lubang Kebijakan Sektor Tambang

2026-02-04 16:55:50
Banjir Bandang dan Lubang Kebijakan Sektor Tambang
BANJIR bandang yang melanda berbagai daerah di Indonesia pada akhir 2025, mengirim sinyal keras bahwa bencana ekologis bukan sekadar persoalan cuaca ekstrem.Ia merupakan cermin dari tata kelola sumber daya alam yang menyisakan banyak lubang. Tidak hanya lubang tanah bekas galian tambang, tapi juga lubang pada tataran kebijakan.Setiap kali banjir bandang merusak desa, memutus akses, dan memaksa ribuan orang mengungsi, penjelasan publik sering kali berhenti pada intensitas hujan atau perubahan iklim. Namun, penjelasan seperti itu hanya menyinggung permukaan.Banjir bandang yang berulang dapat juga merupakan bagian dari konsekuensi dari pilihan kebijakan pemerintah.Kebijakan yang terlalu menempatkan pertambangan sebagai tulang punggung ekonomi, tetapi mengabaikan kemampuan alam menahan dampak kegiatan tersebut.Fakta yang diungkap beberapa pihak menunjukkan bagaimana struktur perizinan tambang berkontribusi terhadap peningkatan risiko banjir bandang.Banyak izin dan/atau kegiatan tambang beririsan dengan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) dan kawasan resapan air. Wilayah yang semestinya menjadi benteng ekologis.Baca juga: Saatnya Publik Bertindak: Mereka Sudah Terlalu JauhKetika wilayah hulu sudah dipenuhi tambang terbuka, tumpukan material tambang, dan deforestasi besar-besaran, kemampuan alam untuk menyerap air berkurang drastis.Air hujan tidak lagi meresap ke tanah, melainkan meluncur deras membawa lumpur dan material lain menuju hilir. Ini bukan sekadar teori ekologis, melainkan realitas yang terlihat di berbagai lokasi banjir beberapa bulan terakhir.Lubang-lubang bekas tambang pun menjadi faktor utama karena menjadi kolam besar yang rentan meluap saat hujan ekstrem.Di Jambi, WALHI mencatat lebih dari seribu hektar lubang bekas tambang yang belum direklamasi.Di Kalimantan Timur, khususnya di sekitar Ibu Kota Nusantara, ditemukan ratusan hingga ribuan lubang tambang yang belum tertangani.Dengan fakta-fakta ini, sulit menolak kesimpulan bahwa banjir bandang bukan semata fenomena alam, tetapi terdapat andil dari tata kelola pertambangan yang masif, tidak terkendali, dan abai terhadap daya dukung lingkungan.Kondisi ini tidak lepas dari kebijakan pertambangan yang masih mengedepankan paradigma eksploitasi daripada perlindungan dan keberlangsungan lingkungan hidup.Revisi UU Minerba tahun 2020 memperlihatkan paradigma tersebut. Undang-undang ini di antaranya memperkuat jaminan investasi, mempermudah perpanjangan IUP, memfasilitasi hilirisasi, dan memberikan ruang operasi yang lebih luas kepada korporasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-04 14:55