Indonesia–Korea Bangun SPKLU Bertenaga Surya Rp 216 Miliar

2026-01-13 06:09:32
Indonesia–Korea Bangun SPKLU Bertenaga Surya Rp 216 Miliar
JAKARTA, - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) bersama Pemerintah Korea Selatan melalui skema Official Development Assistance (ODA) terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang memanfaatkan energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) beserta 15 unit mobil listrik pendukungnya, Selasa .Inisiatif tersebut menjadi bagian dari proyek installation of solar charged E-Vehicle System in Indonesia yang berlangsung pada 2022 hingga 2026, dengan nilai investasi mencapai 15,8 juta dollar AS (KRW 19 miliar) atau setara Rp 216 miliar.Baca juga: Jalan Tol yang Rawan Kecelakaan, Pengemudi Wajib WaspadaA post shared by Ditjen EBTKE (@djebtke)Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas ini mencerminkan pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia sejak regulasi pertama diterbitkan pada 2018.“Mulai sejak 2018 ketika kami memiliki Peraturan Presiden pertama mengenai kendaraan listrik, kini jumlahnya kendaraan listrik meningkat pesat dan tersedia banyak pilihan," katanya dalam keterangan resmi dikutip Kamis ."Proyek ini dapat menjadi katalis yang menginspirasi adaptasi teknologi energi berkelanjutan yang lebih luas, serta mendorong seluruh sektor berpartisipasi dalam transisi energi Indonesia,” ujar Eniya.Deputy Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Soo Deok, menegaskan komitmen negaranya dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia melalui pembiayaan dan penyediaan infrastruktur.Baca juga: Mobil Listrik MAB SunV Proyeksi Bisa Tembus Ekspor“Korea melalui ODA (Official Development Assistant) dengan nilai lebih dari 10 juta dolar telah mendorong program yang bertujuan untuk mendukung penyediaan kendaraan listrik serta pemasangan stasiun pengisian daya di Indonesia hingga tahun 2026,” kata Park.Presiden Korea Automotive Technology Institute (KATECH), Chong-wook Chin, menilai peresmian fasilitas ini sebagai langkah penting dalam kolaborasi teknologi kedua negara.“Acara pengiriman kendaraan listrik dan pembukaan stasiun pengisian daya gabungan hari ini merupakan tempat untuk melihat masa depan ekosistem kendaraan listrik yang telah disiapkan kedua negara bersama-sama,” ujarnya.Melalui proyek ini, Indonesia menerima tidak hanya kendaraan listrik dan SPKLU, tetapi juga fasilitas penunjang seperti service center, sistem pengisian daya berkapasitas besar, integrasi PLTS, serta program pelatihan teknisi kendaraan listrik.Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar operasional kendaraan listrik publik dapat berjalan optimal.Baca juga: Kemenhub Imbau Tak Mudik Nataru 2025/26 dengan Sepeda MotorKehadiran SPKLU berbasis PLTS juga menunjukkan semakin dekatnya pemanfaatan energi bersih dalam mobilitas masyarakat. Dengan memanfaatkan tenaga surya, pengisian daya kendaraan listrik menjadi lebih hijau, mandiri, dan ramah lingkungan.Inisiatif ini sekaligus menggambarkan arah pengembangan transportasi rendah emisi yang sejalan dengan tujuan Indonesia menuju energi berkelanjutan.


(prf/ega)