Mengapa Emas Disebut Logam Mulia?

2026-01-13 22:56:22
Mengapa Emas Disebut Logam Mulia?
- Emas adalah logam mulia, logam mulia adalah emas. Itulah sebutan yang melekat pada manusia sejak ribuan tahun silam.Meski emas bukan satu-satunya logam mulia dan ada banyak logam berharga lainnya di dunia ini, namun orang akan selalu mengingat emas di urutan pertama sebagai logam mulia.Mengutip BBC Magazine, sikap manusia terhadap emas ini memang cukup aneh. Secara kimia, emas memang tidak menarik—ia hampir tidak bereaksi dengan unsur lain.Namun, dari 118 unsur kimia dalam tabel periodik, emas adalah yang selalu kita pilih sebagai alat tukar. Emas disimbolkan dengan lampu Au (dari bahasa Latin aurum, artinya juga emas).Di dunia ini, sebenarnya ada banyak logam yang sangat berharga, bahkan lebih mahal dari emas. Misalnya saja tanah jarang, namun secara kimia logam sulit dibedakan satu sama lain.Baca juga: Mengenal Fiat Money, Saat Nilai Uang Sejatinya Hanya Selembar KertasSelain emas, total ada 49 unsur logam yang cukup familiar seperti besi, aluminium, tembaga, timbal, perak. Tetapi semua logam ini punya kekurangan.Dunia juga mengenal titanium dan zirkonium, logam yang sangat kuat dan tahan lama, tetap keduanya punya kekurangan, yakni sangat sulit dilebur.Aluminium juga sulit diekstraksi, dan terlalu tipis untuk dijadikan mata uang. Sebagian besar unsur lain dalam kelompok aluminium tidak stabil karena akan terkorosi jika terkena air atau teroksidasi di udara.Ambil contoh lainnya, besi. Secara teori, besi terlihat cukup menjanjikan untuk dijadikan mata uang. Besi menarik dan mengkilap hingga berkilau indah. Masalahnya adalah karat, jika tidak menjaganya tetap kering, besi rentan terkorosi."Mata uang yang merusak dirinya sendiri jelas bukan ide yang bagus untuk dijadikan alat tukar," jelas Andrea Sella, Profesor Kimia University College London.Perak menjadi logam yang paling bisa menyaingi emas. Selain perak, sebenarnya ada 6 logam pesaing emas, antara lain platina, paladium, rodium, iridium, osmium, dan rutenium.Baca juga: Apa Perbedaan Dinar dan Dirham?Logam-logam ini dikenal sebagai logam mulia, sebutan logam ini ini karena sifatnya yang terpisah, hampir tidak bereaksi dengan unsur-unsur lain.Semuanya juga cukup langka, kriteria penting lainnya untuk sebuah mata uang. Namun keenam logam kompetitor emas dan perak ini juga sangat sulit diekstraksi.Ternyata, alasan emas begitu berharga dan dijadikan logam mulia paling banyak di dunia justru karena sifat kimianya yang tidak menarik, tidak terkorosi, dan indah dipandang."Itulah rahasia lain kesuksesan emas sebagai mata uang. Emas sungguh luar biasa indahnya," ucap Sella.Selama puluhan tahun, emas adalah standar pengait mata uang di seluruh dunia, termasuk dollar AS. Namun semua berakhir pada 1973 ketika Richard Nixon memutuskan untuk memutuskan hubungan dolar AS dengan emas.Sejak saat itu, setiap mata uang utama hanya didukung oleh "fiat" yang sah atau tak lagi harus dikaitkan dengan cadangan emas di bank sentral. Uang kertas hanya didasarkan pada modal kepercayaan.Nixon membuat keputusan ini karena alasan sederhana bahwa AS kehabisan emas yang diperlukan untuk mendukung semua dolar yang telah dicetaknya. Jadi sudah terjawab kan mengapa emas disebut logam mulia?Baca juga: Untung Rugi Membeli Emas Dinar untuk Investasi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-13 23:39