Beri Kuliah Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Singgung Perubahan KUHP-KUHAP

2026-01-13 12:06:23
Beri Kuliah Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Singgung Perubahan KUHP-KUHAP
Dosen tetap program studi doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan disahkannya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menjadi momentum besar reformasi sistem peradilan pidana nasional.KUHAP baru melengkapi keberadaan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang akan berlaku penuh mulai bulan Januari 2026, dan menjadi dua pilar utama pembaruan hukum pidana Indonesia setelah lebih dari satu abad terkungkung dalam warisan produk hukum kolonial Belanda."Selama 110 tahun kita menggunakan Wetboek van Strafvordering dan Wetboek van Strafrecht peninggalan Belanda. Integrasi KUHP dan KUHAP yang baru menandai pergeseran paradigma besar dalam hukum pidana Indonesia, dari hukum retributif menuju keadilan yang lebih humanis, modern, dan berorientasi pada perlindungan hak warga negara," ujar Bamsoet, dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025)."Dan saya setuju, apa yang disampaikan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman yang menegaskan bahwa sebagian informasi yang beredar terkait KUHAP baru ada yang tidak benar alias hoax," sambungnya.Hal tersebut disampaikan Bamsoet saat mengajar mata kuliah 'Politik Hukum dan Kebijakan Publik', Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur di Kampus Universitas Borobudur Jakarta, Sabtu (22/11).Bamsoet memaparkan KUHAP membawa perubahan signifikan dalam mekanisme penegakan hukum. Antara lain penguatan kontrol pengadilan dalam penahanan dan upaya paksa, perlindungan hak tersangka dan hak korban, serta penerapan teknologi digital dalam proses pembuktian dan persidangan.Integrasi sistem e-evidence, e-BAP, dan e-court diyakini membuka ruang transparansi yang lebih besar dan menekan potensi penyalahgunaan wewenang."Reformasi ini selaras dengan visi Presiden Prabowo yang menempatkan supremasi hukum sebagai fondasi pembangunan nasional. Presiden ingin menghadirkan penegakan hukum modern, terukur, dan akuntabel," kata Ketua DPR RI ke-20 tersebut."KUHAP adalah instrumen kunci yang mengawal implementasi KUHP dalam praktik," sambungnya.Bamsoet menilai paradigma baru pemidanaan melalui restorative justice pada KUHP merupakan langkah strategis dalam mengatasi krisis kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan.Data Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI (Imipas) hingga pertengahan tahun 2025, menunjukkan jumlah penghuni lapas mencapai lebih dari 270 ribu orang, dengan kapasitas ideal sekitar 135 ribu, sehingga tingkat kelebihan kapasitas berada pada angka lebih dari 200%. Fakta tersebut menggambarkan pendekatan pemidanaan lama mengalami stagnasi dan tidak mampu menyelesaikan permasalahan."Restorative justice menawarkan keadilan yang lebih manusiawi dan rasional. Pemulihan sosial jauh lebih bermanfaat daripada menambah penuh penjara," jelas Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut."KUHP dan KUHAP memberikan arah bagi masa depan pemidanaan yang lebih beradab," sambungnya.Bamsoet menegaskan pentingnya memastikan setiap pasal substansial dalam KUHP dapat dilaksanakan secara adil, efektif, dan berlandaskan hak asasi melalui mekanisme prosedural yang jelas. KUHAP harus menjadi penjaga agar tidak ada penyimpangan dan tidak ada warga negara yang kehilangan keadilan.Selain itu, pelembagaan hukum baru membutuhkan kesiapan SDM dan transformasi kelembagaan. Integrasi sistem data penegakan hukum, pembangunan National Criminal Database, dan modernisasi infrastruktur digital harus menjadi prioritas penting dalam pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto."Undang-undang yang kuat membutuhkan aparat yang kuat dan sistem yang terintegrasi. Perubahan pada KUHP dan KUHAP harus diikuti perubahan pada budaya hukum," kata Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran itu."Kita ingin sistem hukum yang memberi rasa keadilan kepada rakyat, bukan alat menakut-nakuti masyarakat," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-13 11:36