Sayap Bangkai Pesawat Timpa Permukiman Warga di Kemang Bogor Imbas Puting Beliung, Total 55 Rumah Rusak

2026-02-03 16:59:51
Sayap Bangkai Pesawat Timpa Permukiman Warga di Kemang Bogor Imbas Puting Beliung, Total 55 Rumah Rusak
BOGOR, – Terjangan angin puting beliung di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, Senin , mengakibatkan sayap bangkai pesawat beterbangan dan menimpa permukiman warga. Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah rusak di dua desa.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 55 rumah warga terdampak angin puting beliung tersebut.Kerusakan terjadi di Desa Pondok Udik dan Desa Jampang.“Total ada 55 rumah warga di Kemang yang terdampak angin kencang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M. Adam Hamdani, Selasa .Baca juga: Warga di Bogor Kaget Ada Sayap Bangkai Pesawat Nyangkut di Rumahnya, Terbawa Puting BeliungDi Desa Pondok Udik, sebanyak 43 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan hingga rusak sedang.Dari jumlah tersebut, lima rumah rusak akibat tertimpa bagian sayap bangkai pesawat yang terbawa angin kencang.“Material pesawat yang sudah tidak terpakai berasal dari bengkel pesawat milik pribadi,” ungkap Adam.Selain rumah warga, angin kencang juga merusak sebuah pabrik tempe. Bagian atap pabrik tersebut dilaporkan hancur akibat terjangan puting beliung.BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Namun, empat kepala keluarga dengan total 14 jiwa terpaksa mengungsi akibat kondisi rumah yang rusak.Sebagian rumah yang mengalami kerusakan ringan telah diperbaiki. Sementara itu, sayap bangkai pesawat yang menimpa rumah warga hingga kini belum dievakuasi.“Menurut keterangan Kepala Desa akan dievakuasi oleh pemilik bengkel pesawat,” tambah Adam.Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Desa Gebang Pati, 57 Rumah RusakPuting beliung juga berdampak pada Desa Jampang. Di desa ini, sebanyak 12 rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.“Kerusakan hanya pada bagian atap dan diperkirakan hanya kurang lebih 4 lembar asbes dan 50 buah genteng. Rumah masih bisa ditempati dan beberapa rumah sudah diperbaiki,” pungkasnya. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-03 16:45