Punya Nakhoda Baru, SBI Kebut Diversifikasi Bisnis Penunjang Migas

2026-01-12 05:14:48
Punya Nakhoda Baru, SBI Kebut Diversifikasi Bisnis Penunjang Migas
JAKARTA, - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak perusahaan dari raksasa semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menegaskan fondasi bisnisnya melalui langkah strategis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat, 5 Desember 2025.Keputusan paling signifikan adalah restrukturisasi kepemimpinan untuk menyongsong tahun 2026.Baca juga: Mesin Penyerap Karbon dari Mikroalga Dipasang di Pabrik Semen BekasiRUPSLB secara resmi mengukuhkan pengunduran diri Ainul Yaqin sebagai Direktur Utama yang berlaku efektif sejak 17 Oktober 2025.Sebagai penggantinya, Perseroan menunjuk Rizki Kresno Edhie Hambali sebagai Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.Perubahan ini menghasilkan susunan pengurus Perseroan yang baru:Baca juga: Semen Merah Putih Kembangkan Mesin Penyerap Emisi Karbon dari GanggangKeputusan RUPSLB ini, menurut Corporate Communications Manager, Novi Maryanti, adalah bagian penting dari penguatan strategi jangka panjang dan komitmen SBI untuk memperkuat fondasi bisnis yang tangguh dan adaptif.Selain perubahan pucuk pimpinan, RUPSLB juga menyetujui penambahan kegiatan usaha baru di bidang Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam.Langkah ini bukan sekadar ekspansi, melainkan diversifikasi usaha yang berkelanjutan dan memperkuat posisi SBI dalam ekosistem pengelolaan limbah nasional.Baca juga: Industri Semen Ajak Siswa Ikut Selesaikan Krisis Sampah NasionalBerdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan, SBI akan memperluas cakupan layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 secara terpadu.Layanan holistik ini mencakup seluruh rantai nilai mulai dari lokasi pelanggan di industri pertambangan minyak dan gas, hingga pemanfaatannya kembali sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif di fasilitas SBI.Keputusan ini dinilai sangat strategis, karena industri minyak dan gas bumi (migas) menghasilkan volume limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang signifikan.Dengan masuk ke sektor ini, SBI tidak hanya mendapatkan sumber pendapatan baru, tetapi juga meningkatkan pasokan limbah berkualitas tinggi yang dapat diproses menjadi bahan bakar dan bahan baku alternatif (AFR/ASR) untuk pabrik semennya.Langkah ini selaras dengan peran strategis Perseroan dalam penerapan ekonomi sirkular dan agenda nasional untuk pengurangan emisi.Baca juga: Pabrik Semen Narogong, Pertama Gunakan Gas Hidrogen di Asia TenggaraPemanfaatan limbah industri sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen (ko-processing) adalah praktik terbaik yang dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan jejak karbon industri.Novi menyatakan, keputusan ini adalah momentum bagi SBI untuk melangkah lebih maju dan responsif terhadap peluang pertumbuhan baru.Inisiatif pengembangan layanan pengelolaan limbah untuk sektor minyak dan gas menunjukkan komitmen kami dalam memperluas kontribusi terhadap industri dan lingkungan secara berkelanjutan."Dengan semangat baru menyambut tahun 2026, Solusi Bangun Indonesia siap menjalankan strategi bisnis yang adaptif, efisien, dan terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Novi.


(prf/ega)