IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa, Investor Ritel Harus Apa?

2026-01-12 06:12:52
IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa, Investor Ritel Harus Apa?
JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan babak baru dengan menutup perdagangan di level tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH) pada Rabu .Di tengah euforia pasar, analis mengingatkan investor ritel untuk berhati-hati dan tidak terbawa arus fomo atau ketakutan ketinggalan kesempatan.Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin IHSG menguat 0,94 persen atau 80,24 poin ke level 8.602,13 pada penutupan perdagangan. Level ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.Pergerakan indeks relatif stabil sejak dibuka di posisi 8.533,88. IHSG sempat bergerak dalam rentang yang sempit sebelum akhirnya menanjak tajam menjelang penutupan. Adapun level terendah sepanjang hari tercatat di 8.503,14.Baca juga: Dibuka Menguat, IHSG Pagi Fluktuatif Kenaikan indeks pun memicu pertanyaan di kalangan investor ritel mengenai langkah yang tepat ketika IHSG berada di puncak.Pengamat pasar modal, Reydi Octa, mengatakan dengan IHSG di level seperti itu, pasar cenderung rentan mengalami koreksi sehat sebelum kembali melanjutkan penguatan, sehingga keputusan yang terburu-buru justru berpotensi berisiko.“Investor retail harus mempertimbangkan untuk tidak fomo terhadap situasi all time high IHSG saat ini, karena memang rentan terjadi koreksi sehat sebelum potensi terjadi kenaikan lanjutan,” ujar Reydi kepada Kompas.com, Kamis .Menurutnya strategi masuk pasar sebaiknya dilakukan secara bertahap, baik melalui averaging down maupun averaging up, dengan tetap mengutamakan pemilihan saham yang memiliki fundamental kuat.Baca juga: Bagaimana IHSG Hari Ini Setelah Kemarin Cetak Rekor Lagi? Simak Rekomendasi dari AnalisAveraging down merupakan strategi investasi di mana investor membeli kembali saham yang sama pada harga lebih rendah dari harga beli sebelumnya, sehingga menurunkan rata-rata harga kepemilikan.Sementara itu, averaging up adalah strategi investasi ketika investor menambah pembelian saham pada harga yang lebih tinggi dari harga beli sebelumnya. Tujuannya mengerek naik rata-rata harga kepemilikan karena investor percaya bahwa tren kenaikan saham masih akan berlanjut.“Oleh sebab itu penting untuk merencanakan masuk IHSG secara bertahap, baik melakukan averaging down atau averaging up, usahakan tetap memilih saham berfundamental solid,” paparnya.


(prf/ega)