RI dan UE Gelar Kampanye Bersama Lawan Kekerasan Digital terhadap Perempuan dan Anak

2026-02-01 22:08:59
RI dan UE Gelar Kampanye Bersama Lawan Kekerasan Digital terhadap Perempuan dan Anak
JAKARTA, — Pemerintah Indonesia bersama Uni Eropa menegaskan komitmen bersama untuk memerangi kekerasan berbasis gender di ruang digital.Komitmen ini ditunjukkan melalui kegiatan "Cycling Tour kampanye 16 Days of Global Activism Against Gender-Based Digital Violence”, yang digelar Sabtu di Jakarta.Rute sepeda sepanjang 10 kilometer dimulai dari Lapangan IRTI Monas menuju kawasan One Satrio.Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak perlu diperkuat di ruang fisik maupun digital, termasuk dalam situasi bencana alam yang saat ini berulang di berbagai daerah.Baca juga: JSI Hadirkan Ruang Publik Hijau untuk Kampanye Anti Kekerasan Berbasis GenderWoro yang akrab disapa Lisa mengajak peserta mengheningkan cipta untuk korban bencana di Sumatra dan Jawa Barat. Ia menekankan bahwa setiap krisis memperlihatkan tingginya kerentanan perempuan dan anak terhadap risiko kekerasan, termasuk kekerasan digital.“Dalam situasi krisis, risiko eksploitasi, perundungan, dan pelecehan meningkat, termasuk di ruang daring,” ujarnya dalam keterangan resmi pekan lalu.Lisa menyampaikan bahwa pemerintah tengah mendorong Gerakan Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, yang melibatkan berbagai kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, masyarakat sipil, serta mitra pembangunan internasional seperti Uni Eropa.Gerakan ini memperkuat upaya pencegahan, penanganan, pendampingan, hingga pemulihan korban.“Gerakan ini bukan hanya dokumen kebijakan, tetapi panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama,” katanya.Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menegaskan pentingnya solidaritas global menghadapi kekerasan digital yang semakin menonjol di masa bencana dan keadaan darurat kemanusiaan.“Setiap pesepeda mewakili komitmen untuk memastikan ekosistem digital yang aman dan menghormati suara perempuan, baik online maupun offline,” ujarnya.Uni Eropa menyatakan bangga terhadap kerja sama erat dengan Indonesia dalam mempromosikan kesetaraan gender dan pemberantasan kekerasan digital.Kegiatan kampanye ini juga terhubung dengan rangkaian advokasi yang lebih luas. Sehari sebelumnya, sejumlah pakar dan akademisi berkumpul di Fakultas Hukum Universitas Indonesia untuk membahas fenomena kekerasan digital berbasis gender, serta memperkuat kapasitas mahasiswa dan calon praktisi hukum dalam menangani isu tersebut.Baca juga: UNICEF Peringatkan Ada 600 Juta Anak Berpotensi Terpapar Kekerasan di RumahKemenko PMK menyebut kerja sama internasional ini penting untuk memastikan perempuan dan anak tetap terlindungi di tengah meningkatnya intensitas bencana dan risiko berlapis yang muncul di ruang digital.Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta, termasuk perwakilan kementerian dan lembaga, delegasi Uni Eropa, negara anggota EU, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas Bike to Work Indonesia. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-01 21:13