Suriah Rayakan 1Tahun Jatuhnya Rezim Assad, Perayaan Usai 14 Tahun Perang Saudara

2026-01-12 16:16:08
Suriah Rayakan 1Tahun Jatuhnya Rezim Assad, Perayaan Usai 14 Tahun Perang Saudara
DAMASKUS, – Warga Suriah turun ke jalan pada Senin untuk merayakan satu tahun tumbangnya rezim Bashar Al-Assad.Kembang api mewarnai langit, sementara bendera nasional berkibar di berbagai kota — mencerminkan optimisme baru bahwa kondisi negara akan terus membaik setelah hampir 14 tahun perang saudara.Perayaan ini menandai setahun sejak runtuhnya dinasti Al-Assad setelah ofensif cepat selama 11 hari oleh pasukan oposisi mengakhiri kekuasaan selama 53 tahun.Baca juga: Misteri Kotak Hijau Hadiah dari Arab Saudi untuk Suriah, Bikin Warga GegerAFP/STEPHANIE LECOCQ Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa memberikan penghormatan kepada mereka yang berjuang menggulingkan rezim sebelumnya.Dalam konferensi pers di Damaskus, Presiden Ahmed Al-Sharaa memberikan penghormatan kepada mereka yang berjuang menggulingkan rezim sebelumnya.“Kepada mereka yang kini hadir di jantung sejarah, kalian sedang membentuk sebuah kisah tentang keberanian dan kegigihan,” ujar Al-Sharaa.Ia menambahkan, “Hari ini kita menandai satu tahun membebaskan Suriah dari belenggu tirani dan kediktatoran, mengembalikan negara ini sekali lagi pada kejayaannya. Berdirilah dengan kepala tegak. Kita telah kehilangan tanah air selama lebih dari lima dekade, masa di mana gerombolan ini berupaya menguras peradaban, sejarah, dan tradisi kita.”Sebelumnya, dengan mengenakan seragam militer, Al-Sharaa mengikuti shalat Subuh di Masjid Umayyah sebagai bagian dari peringatan.“Tidak ada yang akan menghalangi kita, seberapa besar atau kuat pun mereka. Kita akan menghadapi semua tantangan, Insya Allah. Dari utara sampai selatan, dari timur ke barat, kita akan membangun kembali Suriah yang kuat, yang layak bagi masa kini dan masa lalunya — Suriah yang membela mereka yang tertindas dan menegakkan keadilan di antara rakyatnya,” katanya.Kementerian Pertahanan turut menggelar parade militer di Damaskus serta di sejumlah provinsi, termasuk Hama, Homs, dan Deir Az Zor.Selama setahun terakhir, pemerintah baru meluncurkan berbagai program pemulihan. Dekret presiden pada Juni menaikkan gaji minimum pegawai negeri.Perbaikan jaringan listrik juga dimulai, dan kota-kota besar seperti Aleppo, Homs, dan Damaskus untuk pertama kalinya dalam 15 tahun merasakan pasokan listrik tanpa henti pada tahap uji coba.Penjara-penjara yang identik dengan kegelapan rezim lama — termasuk Sednaya, penjara militer Mezzeh, dan Khatib — telah ditutup permanen.Baca juga: Trump Semprot Parfum ke Presiden Suriah Sambil Tanya, Punya Istri Berapa?Namun di tengah suasana perayaan, tantangan rekonstruksi masih berat. Melaporkan dari Aleppo, jurnalis Al Jazeera Assed Baig menyebut bahwa kota itu “mengalami kehancuran parah” dan akan “memerlukan miliaran dolar untuk membangun kembali dan memulihkannya.”Baig menambahkan, “Itulah sebabnya pemerintah mencari mitra internasional untuk berinvestasi, membantu membangun kembali negara ini — terutama Aleppo — karena pertempuran di sini begitu ganas.”


(prf/ega)