Mari Lwyd, Tradisi Mengarak Kostum Berkepala Tengkorak Kuda saat Natal

2026-01-31 12:57:16
Mari Lwyd, Tradisi Mengarak Kostum Berkepala Tengkorak Kuda saat Natal
- Di balik suasana Natal yang hangat, beberapa negara justru memiliki tradisi yang menyeramkan, seperti di Wales, Britania Raya.Di negara tersebut, ada sebuah tradisi Natal kuno bernama Mari Lwyd. Sederhananya, tradisi ini mengarak kostum berkepala tengkorak kuda dari rumah ke rumah.Kostum ini terdiri dari hiasan berbentuk tengkorak kepala kuda atau tengkorak kepala kuda asli, bohlam atau ornamen bola pohon Natal sebagai mata, serta pita warna-warni, daun pohon holly, atau tanaman ivy, sebagai surai.Semuanya terletak pada sebuah jubah putih yang terikat pada sebuah tiang, yang dipegang oleh manusia di balik jubah itu. Manusia mengendalikan kenakalan Mari Lwyd, dan sesekali mengatupkan rahangnya kepada anak-anak.Baca juga: Dimulai di Abad ke-19, Begini Awal Mula Tradisi Mengirim Kartu NatalMengutip situs resmi pemerintahan Wales, Selasa , asal usul nama Mari sangatlah misterius, sama seperti sosoknya.Amgueddfa Cymru - National Museum Wales via Wales.com Tradisi perayaan Natal bernama Mari Lwyd di Wales.Namun, salah satu terjemahannya dari bahasa Wales, yaitu kuda betina abu-abu (grey mare), berkaitan dengan asal usul kuda-kuda berbulu pucat dalam mitologi Celtic dan Inggris, yang mana banyak di antaranya bisa menyeberang ke dunia bawah.Baca juga: 4 Tradisi Perayaan Natal yang Menyeramkan di DuniaCatatan tertulis pertama tentang Mari Lwyd datang dari buku “A Tour through Part of North Wales” karya J. Evans pada tahun 1800, meskipun tradisi ini paling dikenal dilakukan di Glamorgan dan Gwent, yang terletak di selatan dan tenggara Wales, bukan di utara Wales.Mari Lwyd juga memiliki kemiripan dengan kostum hewan bertudung lainnya di Inggris, seperti Hoodening di Kent, The Broad di Cotswolds, dan The Old Tup di Derbyshire.Ketiganya sama-sama melibatkan sekelompok orang miskin yang mencoba mencari makanan dan uang di tengah musim dingin melalui hiburan, yaitu menampilkan Hoodening, The Broad, dan The Old Tup.Baca juga: Di Balik Home Alone, Ada Banyak Cerita Tak Terduga yang Baru TerungkapWales.com Tradisi perayaan Natal bernama Mari Lwyd di Wales.Mari Lwyd diarak keliling desa, sering kali antara hari Natal dan malam kedua belas, alias antara tanggal 25 Desember dan 5 atau 6 Januari, tergantung apakah penghitungan malam kedua belas dimulai pada hari Natal atau keesokan harinya.Saat diarak, ia akan didandani dengan lampu dan dekorasi meriah, dan biasanya ditemani oleh seorang “penjaga kuda”.Ketika gerombolan Mari Lwyd sampai di sebuah rumah, mereka akan menyanyikan lagu-lagu berbahasa Wales.Terkadang, mereka melakukan sesuatu yang lebih tradisional, seperti melakukan ritual pwnco, yaitu pertukaran sajak-sajak kasar dengan orang yang tinggal di rumah tersebut.Apabila Mari Lwyd dan “gengnya” berhasil masuk, rumah yang disambangi dikatakan akan mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.Baca juga: 5 Rekomendasi Film Natal untuk Menyemarakkan LiburanKaum Metodis dan kelompok Kristen non-konformis lainnya di Wales mengkritik Mari Lwyd pada abad ke-19.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-31 12:55