Token Listrik Rp 100.000 untuk Anak Kos yang Pakai AC, Bisakah Bertahan Sebulan?

2026-02-08 16:51:30
Token Listrik Rp 100.000 untuk Anak Kos yang Pakai AC, Bisakah Bertahan Sebulan?
- Bagi banyak anak kos yang tinggal di kota-kota besar dengan suhu udara menyengat, Air Conditioner atau AC bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan.Namun, kenyamanan suhu dingin sering kali berbanding lurus dengan konsumsi daya listrik yang tinggi.Jika tidak digunakan dengan bijak, AC bisa menyebabkan tagihan listrik melonjak.Di sisi lain, anak kos umumnya membeli token listrik Rp 100.000 dengan harapan bisa digunakan selama satu bulan.Lantas, apakah token listrik Rp 100.000 bisa bertahan selama sebulan untuk kamar kos pengguna AC dengan daya 1300 VA?Baca juga: Hitung-hitungan Token Listrik Rp 100.000 Bisa Tahan 1,5 Bulan untuk Anak KosDosen Teknik Ketenagalistrikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Syarif Hidayat mengatakan, token listrik Rp 100.000 untuk pengguna AC tidak akan cukup untuk sebulan."Token listrik Rp 100.000 itu enggak cukup pasti," kata dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu .Syarif mencontohkan simulasi hitungan kasar pengguna AC dengan daya listrik 1.300-2.200 VA.Misalnya, anak kos menggunakan AC 1/2 PK, maka daya listrik yang dibutuhkan adalah 400 watt.Apabila dalam sehari AC dinyalakan selama 10 jam, artinya alat elektronik tersebut mengonsumsi 4 kWh per hari.Dengan asumsi anak kos tinggal di Jakarta, maka tarif dasar listrik per Desember 2025 adalah Rp 1.444,70 per kWh.Berikut penghitungan konsumsi kWh per harinya:Dengan kata lain, dalam sebulan, kebutuhan token listrik untuk AC 1/2 PK yang dinyalakan selama 10 jam per hari adalah Rp 173.364.Kebutuhan itu belum termasuk alat elektronik lainnya, seperti lampu, laptop, rice cooker, dan sebagainya.Baca juga: Harga Token Listrik 22-28 Desember 2025, Beli Rp 100.000 Dapat Berapa kWh?Senada, Dosen Pendidikan Teknik Elektro dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Toto Sukisno juga berpendapat bahwa token listrik Rp 100.000 untuk daya 1.300 VA yang menggunakan AC tidak bisa bertahan sampai sebulan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-08 16:58