Bengkel Ini Kebanjiran Order Mobil yang Terendam Banjir Sumatera

2026-01-12 04:14:25
Bengkel Ini Kebanjiran Order Mobil yang Terendam Banjir Sumatera
MEDAN, – Bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tapi juga berdampak besar pada kendaraan yang terendam.Kondisi ini membuat bengkel kebanjiran pekerjaan, terutama untuk mobil-mobil yang terendam banjir dengan tingkat kerusakan yang beragam.Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta, Bisa Dibayar Secara OnlineSalah satu bengkel yang cukup banyak mendapat order perbaikan mobil bekas banjir di Sumatera Utara adalah Franks Garage, yang buka di Jalan Dahlia Raya No 89 Medan Helvetia.A post shared by franks garage (@franksgarage.id)Menurut pemilik Frank Garage yang minta namanya tidak disebut, mengatakan, banyak mobil masuk usai terendam banjir.“Kalau misalkan kena banjir seperti itu, pengerjaannya tidak bisa kami pastikan berapa lamanya. Karena kami harus lihat dulu kondisi mobil, terutama bagian mesin,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu .Ia menjelaskan, mobil-mobil keluaran terbaru memiliki banyak komponen kelistrikan dan sensor. Begitu terendam, pemeriksaan harus dilakukan lebih detail sebelum menentukan apa saja yang perlu diganti. Namun jika kondisinya parah bisa memakan waktu.“Apalagi mobil sekarang sudah banyak kelistrikan, jadi perlu dicek dulu. Makanya untuk estimasi pengerjaan, kami belum bisa memastikan," katanya.Baca juga: Ragam Promo Khusus Pengunjung Astra Auto Fest 2025"Itu bisa memakan waktu 2–3 bulan juga,” ujarnya.Menurutnya, durasi tersebut bukan hanya untuk memperbaiki mesin, tetapi mencakup seluruh bagian yang terdampak banjir. Foto: FFranks Garage Franks Garage di Medan, Sumatera Utara“Itu semua. Sudah (mesin dan) interior, sudah semuanya,” ujar sang pemilik bengkel.Baca juga: Info Jadwal CFD Jakarta Hari Ini dan Lokasi ParkirDia mengatakan, beberapa mobil yang datang ke bengkel masuk dalam kategori berat karena mobil terendam air dengan ketinggian mencapai dasbor.Selain itu, antrean perbaikan di bengkel juga semakin panjang seiring meningkatnya jumlah mobil yang masuk.“Kalau estimasinya sampai parah begitu, artinya sudah parah sekali,” katanya.


(prf/ega)