Bibit Siklon Tropis 96S Muncul Lagi, Ini Penjelasan BMKG dan Potensi Dampaknya

2026-02-04 07:33:07
Bibit Siklon Tropis 96S Muncul Lagi, Ini Penjelasan BMKG dan Potensi Dampaknya
-  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S di sekitar wilayah Indonesia.Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 96S  mulai terbentuk pada Kamis sekitar pukul 01.00 WIB.Saat ini, Bibit Siklon Tropis 96S berada di Samudra Hindia, tepatnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Posisinya berada di sekitar 14,2 derajat Lintang Selatan (LS) dan 116,5 derajat Bujur Timur (BT).“Sistem ini bergerak dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau setara 28 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 1008 hPa,” ujarnya kepada Kompas.com , Kamis.Baca juga: BMKG: Ini Sejumlah Wilayah yang Berpotensi Hujan Petir Hari Ini, Warga Perlu WaspadaLebih lanjut, Andri mengatakan, Bibit Siklon Tropis 96S didukung oleh suhu permukaan laut yang cukup hangat, yakni berkisar 29–30 derajat Celcius, sehingga dapat membantu pembentukan awan hujan.Selain itu, terdapat perputaran udara yang juga mendukung beberapa lapisan atmosfer.Namun demikian, terdapat sejumlah faktor yang menghambat sistem ini untuk berkembang lebih kuat.Salah satunya adalah masuknya udara kering di lapisan atmosfer menengah, serta adanya perbedaan kecepatan dan arah angin (wind shear) yang cukup kuat. Kondisi ini membuat sistem pertumbuhan siklon tropis menjadi tidak stabil.Di sisi lain, pola pertemuan dan penyebaran angin di lapisan bawah dan atas atmosfer juga masih tergolong lemah, sehingga belum mendukung pembentukan siklon tropis secara optimal.Karena berbagai faktor tersebut, BMKG menilai peluang Bibit Siklon Tropis 96S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih tergolong rendah.Meski demikian, keberadaan sistem ini tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi perairan di sejumlah wilayah Indonesia.Lalu, wilayah mana saja yang berpotensi terdampak oleh Bibit Siklon Tropis 96S?Baca juga: Apa Itu Siklon Tropis Grant dan Apa Dampaknya bagi Indonesia?Berdasarkan prakiraan BMKG, dalam 24 jam ke depan, Bibit Siklon Tropis 96S diperkirakan masih bertahan atau belum mengalami perubahan signifikan.Meski demikian, sistem ini berpotensi mengalami sedikit peningkatan kecepatan angin dalam rentang waktu 24–48 jam ke depan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 05:58