- Salah satu satelit internet Starlink milik SpaceX nyaris bertabrakan dengan satelit yang baru diluncurkan oleh perusahaan China, CAS Space.Insiden yang terjadi di orbit Bumi ini memicu kritik keras dari SpaceX.SpaceX menuding insiden "mendekati jarak 200 meter" tersebut disebabkan oleh kurangnya koordinasi data lintasan yang vital, terutama mengingat orbit planet kita kini semakin padat dan berisiko.Baca juga: Belum Ada Sinyal di Sibolga, Baznas Hadirkan Starlink di Posko Pengungsi BencanaPeristiwa nyaris tabrakan satelit ini melibatkan salah satu dari sembilan muatan yang diluncurkan oleh roket Kinetica 1 milik China pada Selasa dari Jiuquan Satellite Launch Center di Gurun Gobi.CAS Space merupakan perusahaan yang mengoperasikan roket Kinetica 1.Menurut Michael Nicolls, Wakil Presiden Rekayasa Starlink di SpaceX, satelit yang diluncurkan China melaju sangat dekat dengan satelit Starlink-6079."Sejauh yang kami tahu, tidak ada koordinasi atau dekonflik dengan satelit yang ada yang beroperasi di luar angkasa yang dilakukan, menghasilkan pendekatan jarak dekat 200 meter antara salah satu satelit yang digunakan dan STARLINK-6079 pada ketinggian 560 km," kata Nicolls melalui X , dikutip dari Space.com.Nicolls menekankan bahwa koordinasi antar operator satelit kini menjadi sangat penting, mengingat orbit Bumi semakin padat.Pada tahun 2020, kurang dari 3.400 satelit fungsional mengitari planet kita.Lima tahun kemudian, jumlah itu melonjak menjadi sekitar 13.000 satelit, dan sebagian besar di antaranya (9.300 unit) dioperasikan oleh SpaceX."Sebagian besar risiko beroperasi di luar angkasa datang dari kurangnya koordinasi antara operator satelit — ini perlu diubah," tambah Nicolls.Satelit Starlink menghindari potensi tabrakan secara otonom, bermanuver menjauhi prediksi perlintasan yang didapat dari data pelacakan yang tersedia.Satelit Starlink tercatat telah melakukan sekitar 145.000 manuver penghindaran dalam enam bulan pertama tahun 2025.Namun, Nicolls mencatat bahwa bahkan satelit Starlink dapat "tertipu" oleh pesawat ruang angkasa yang operatornya tidak membagikan data lintasan mereka.CAS Space, perusahaan yang mengoperasikan roket Kinetica 1, merespons postingan Nicolls.
(prf/ega)
Satelit China Nyaris Tabrak Starlink, SpaceX Kritik CAS Space
2026-01-12 22:07:49
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 22:24
| 2026-01-12 22:17
| 2026-01-12 20:06
| 2026-01-12 20:05
| 2026-01-12 19:57










































