Kuliah di China Makin Digemari Orang Indonesia, Wamen Stella Beberkan Sebabnya

2026-01-12 04:15:55
Kuliah di China Makin Digemari Orang Indonesia, Wamen Stella Beberkan Sebabnya
- Tren kuliah di China meningkat di antara pelajar Indonesia. Pada 2021 lalu media China Daily menyebut ada 15.000 pelajar Indonesia yang menempuh studi di China.Indonesia juga menempati peringkat 10 negara dengan mahasiswa terbanyak di China. Peringkat pertama dan kedua saat itu dipegang oleh Korea Selatan dan AS (Amerika Serikat).China juga masuk di antara lima negara favorit tujuan pelajar Indonesia selain Australia, AS, Inggris Raya, dan Singapura.Hal ini disebutkan pula oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti saintek) Stella Christie dalam acara 2025 China-Indonesia Education-Industry Collaboration Summit pada 15 Oktober lalu.Mengutip Antara, Selasa Stella mengatakan China jadi tempat tujuan kuliah terkini lantaran kualitas pendidikannya, jarak yang tidak terlalu jauh, dan biaya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan negara di Eropa atau Amerika.Baca juga: Tinjau CH School, Wamen Kemdikdasmen dan Kepala BSKAP Sebut Kolaborasi AI Bisa Jadi Bagian PendidikanFaktor lain yang ikut mendukung ialah lapangan pekerjaan yang tersedia seiring dengan meningkatnya keberadaan perusahaan China di Indonesia."Kesempatan untuk berkarya setelahnya juga menarik sekali. Bukan melulu di China sebenarnya, tapi justru di Indonesia, karena banyak perusahaan dari sana yang investasi di Indonesia," tutur Wamendikti saintek Stella Christie.Stella dalam pidatonya di acara tersebut memaparkan peningkatan kualitas pendidikan China dalam kurun waktu delapan tahun.Berdasarkan data Nature Index 2016 perihal Top 10 Institusi Akademik yang menghasilkan penelitian berkualitas tinggi.Baca juga: Penjelasan Wamen Stella soal Pembatasan Kuota Beasiswa LPDPKala itu hanya ada satu universitas dari China sementara yang lainnya adalah universitas dari Amerika Serikat (AS)."Tetapi pada 2024 di Nature Index, delapan di antaranya adalah universitas China dan hanya dua dari AS. Tahun ini mungkin akan berubah lagi," ucapnya, dikutip dari YouTube Kemendikti saintek.Freepik Ilustrasi teknologi,ilustrasi jurusan kuliah banyak dicari perusahaan Tesla, Apple,dan Microsoft.Stella mengingatkan bahwa teknologi inovasi dari universitas bukanlah sesuatu yang stagnan. Menurutnya hal itu bisa Indonesia capai jika kita melakukannya dengan kerja keras."Kita sangat serius untuk menjadikan Indonesia sebagai gardu teknologi dan inovasi," ucapnya.Baca juga: Soal Sekolah Garuda Transformasi, Wamen Stella: Sudah Bagus Jangan Diotak-atikInovasi dari universitas di China juga mendorong hampir 2,4 persen GDP Negeri Tirai Bambu. Kini Indonesia menggandeng 30 universitas dan industri dari China untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia.


(prf/ega)