PONTIANAK, – Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, telah menetapkan status Siaga 1 menyusul terjadinya banjir rob yang merendam sejumlah kawasan pesisir, terutama permukiman di sepanjang aliran Sungai Kapuas dan Sungai Landak.Ketinggian air yang meningkat sejak Minggu malam disebabkan oleh hembusan angin kencang dari arah laut yang menahan aliran air sungai menuju muara.Salah satu lokasi yang terdampak cukup signifikan adalah Ruas Jalan Alpukat Indah, atau yang lebih dikenal sebagai kawasan Yuka, di Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat.Baca juga: Puncak Gunung Lewotobi Dilanda Hujan Deras, Pos Pengamat Rekam Ada Getaran BanjirAir pasang mulai masuk sejak Senin pagi, mengakibatkan sebagian aktivitas warga terganggu.Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memerintahkan dinas terkait untuk segera mengambil langkah cepat.“Walau sempat pasang, air berangsur surut. Tapi kami mengimbau warga untuk tetap waspada karena besok diperkirakan sebagai puncaknya air pasang,” ujar Edi kepada wartawan, Senin siang.Edi menjelaskan bahwa banjir rob kali ini dipicu oleh angin laut yang cukup kuat, sehingga memunculkan gelombang besar yang menahan laju air sungai.Kondisi tersebut menyebabkan permukaan air naik hingga sekitar 50 sentimeter di atas posisi normal pada pagi hari. “Meski siang hari air mulai surut, potensi kenaikan masih dapat terjadi,” tambah Edi.Pemerintah Kota telah mengaktifkan seluruh posko penanganan bencana di tingkat kecamatan, termasuk posko di kawasan Yuka dan BPBD.Petugas disiagakan untuk memonitor ketinggian air, membantu warga, serta melakukan evakuasi jika situasi memburuk.Beberapa titik lain juga turut terdampak, terutama kawasan gang sempit di wilayah Sungai Jawi Dalam, di mana ketinggian genangan dilaporkan mencapai 60–80 sentimeter, bahkan memasuki rumah warga.Sejumlah warga yang membutuhkan bantuan telah dievakuasi oleh petugas.Baca juga: Kota Malang Kerap Dilanda Banjir, Anggota DPRD Bicara soal Solusi Hingga AnggaranEdi menegaskan bahwa upaya jangka pendek difokuskan pada respons cepat, sementara penanganan jangka panjang akan diarahkan pada peninggian ruas jalan utama dan peningkatan sistem drainase agar kawasan cepat mengering saat air surut.Warga setempat, Budi Hermanto, menyatakan bahwa banjir rob sudah berlangsung selama dua hari terakhir dengan intensitas yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat.“Dari pagi air sudah mulai masuk, tapi alhamdulillah warga semuanya selamat. Hanya rumah-rumah saja yang tidak bisa dihindari,” ungkap Budi.
(prf/ega)
Pemkot Pontianak Tetapkan Siaga 1 Banjir Rob, Aktifkan Posko Penanganan Bencana
2026-01-12 03:25:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:45
| 2026-01-12 03:28
| 2026-01-12 03:05
| 2026-01-12 02:30
| 2026-01-12 02:29










































