Program Magang Nasional, Pemerintah Dorong Fresh Graduate ke Dunia Profesional

2026-01-16 03:40:13
Program Magang Nasional, Pemerintah Dorong Fresh Graduate ke Dunia Profesional
Jakarta - Pemerintah terus mendorong penguatan kesiapan lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi dunia kerja melalui Program Magang Nasional. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, program magang nasional memberi kesempatan bagi angkatan kerja baru atau freshgraduate untuk langsung terjun ke dunia profesional sehingga dapat menyesuaikan kompetensi akademik dengan kebutuhan lapangan kerja."Bagi pemerintah, untuk mempersiapkan bekerja di era saat ini dan juga kebutuhan skill, salah satu yang paling cepat adalah dengan program magang ini,” ujar Airlangga saat meninjau pelaksanaan Program Magang Nasional di EMTEK Group, SCTV Tower, Jakarta, Rabu .Airlangga mengatakan, melalui program magang, para lulusan tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung menyelami dunia lingkungan industri.AdvertisementDengan begitu, pengembangan keterampilan dan talenta dapat dilengkapi langsung oleh dunia usaha sesuai kebutuhan di lapangan.Dia mendorong, peserta magang bisa beradaptasi dengan perubahan, termasuk beralih dari kehidupan kampus ke dunia kerja. Dia menilai, program magang selama enam bulan, cukup untuk mengenal berbagai aspek dan profesi di lingkungan industri."Enam bulan adalah waktu yang cukup untuk mengetahui pembukaan dan terhadap semua profesi. Dengan waktu ini, adik-adik bisa menyesuaikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dengan praktik di lapangan,” harap dia.   


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-16 02:59