-PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menegaskan bahan mineral yang dibawa di Bandara Khusus Weda Bay merupakan sampel alumina untuk keperluan laboratorium. Material itu milik salah satu tenant dan sudah memiliki izin administratif.“IWIP menyampaikan bahwa informasi yang beredar di publik tidak akurat,” tulis manajemen dalam keterangan tertulis, Senin.IWIP menegaskan material tersebut bukan nikel, bukan barang ilegal, dan tidak terkait aktivitas yang tidak sah. Sampel itu rencananya dikirim ke Jakarta untuk pengujian. Pengiriman tertunda karena dokumen pendukung belum lengkap saat pemeriksaan.Baca juga: IWIP Bantah Kabar Penyelundupan Nikel Ilegal di Bandara KhususPenahanan dilakukan petugas Aviation Security (AvSec) setelah sampel terdeteksi mesin X-Ray. Proses itu berlangsung sebelum boarding dan tidak melibatkan institusi eksternal. Sampel kini berada dalam pengawasan AvSec dan menunggu verifikasi dokumen.IWIP menyebut operasional perusahaan mengikuti ketentuan penerbangan, standar keamanan kawasan, serta pedoman otoritas terkait.Sebelumnya, Satgas Terpadu di Bandara Khusus IWIP menggagalkan upaya penyelundupan bahan mineral pada Jumat .Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna menjelaskan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China berinisial MY diamankan setelah membawa lima kemasan serbuk nikel campuran dan empat kemasan serbuk nikel murni melalui penerbangan Super Air Jet rute Weda Bay–Manado.“Saat ini pelaku sudah diproses lebih lanjut oleh aparat terkait dan barang bukti bahan mineral yang diselundupkan akan dilakukan penelitian lebih lanjut oleh instansi terkait,” kata Anang.Baca juga: Penangkapan WN China Penyelundup Nikel Ungkap Celah Keamanan Bandara PT IWIPAktivitas MY terdeteksi Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Halilintar yang mengawasi penyelundupan pertambangan. Bandara Khusus IWIP beroperasi sejak 2019 setelah memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan.
(prf/ega)
IWIP Jelaskan Sampel Alumina yang Ditahan AvSec dari WN China Bukan Upaya Penyelundupan
2026-01-12 04:27:26
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:59
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 04:08
| 2026-01-12 03:55
| 2026-01-12 03:21










































