Anggota DPR Minta Semua Pihak Waspada Potensi Cuaca Ekstrem pada Akhir Tahun

2026-01-14 20:22:43
Anggota DPR Minta Semua Pihak Waspada Potensi Cuaca Ekstrem pada Akhir Tahun
JAKARTA, - Anggota Komisi VII DPR Chusnunia meminta pemerintah maupun wisatawan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada akhir 2025.Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengidentifikasi empat fenomena atmosfer yang berkonvergensi secara simultan pada akhir tahun.Ia menjelaskan, cuaca ekstrem dapat mempengaruhi perputaran ekonomi yang terjadi saat musim liburan Natal dan Tahun Baru 2026."Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi momentum libur akhir tahun yang seharusnya membawa berkah ekonomi bagi jutaan pengusaha pariwisata meski demikian tahun ini harus kita hadapi dengan kewaspadaan," ujar Chusnunia lewat keterangan tertulisnya, Selasa .Baca juga: BNPB Wanti-wanti Pemda Cek Kesiapan Mitigasi Bencana Jelang Tahun BaruDalam hal ini, pemerintah maupun pengelola wisata diminta untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Mulai dari jalur evakuasi hingga titik kumpul yang berada di lokasi aman."Kita harus memastikan di tengah cuaca yang seperti ini tempat-tempat wisata maupun taman rekreasi ini benar-benar siap tidak hanya menyambut wisatawan tapi juga menyiapkan keamanan," ujar Chusnunia.Di samping itu, masyarakat dan wisatawan juga diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem saat menjalani masa liburan Natal dan Tahun Baru 2026."Bagi masyarakat maupun wisatawan untuk terus diimbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi serta selalu menjaga lingkungan sekitar dan pastikan selalu mengupdate informasi yang dikeluarkan oleh BMKG," ujar Chusnunia.Baca juga: Istana Setuju Tahun Baru Tanpa Kembang Api untuk Tunjukkan Empati"Prinsip utamanya kita harus mengutamakan keselamatan terlebih dahulu, bukan lagi rencana perjalanan wisatanya. Kemungkinan kita masih juga punya waktu untuk mengunjungi di lain waktu atau lain bulan," sambungnya.bmkg.go.id Ilustrasi cuaca ekstrem Indonesia.Sebelumnya, BMKG disebut akan melakukan modifikasi cuaca di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Lampung.Modifikasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem yang dipicu oleh siklon Bakung, bibit siklon 93S, dan bibit siklon 95S.Langkah antisipasi tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin .Baca juga: Prabowo Berencana Sambut Tahun Baru di Daerah Bencana"Operasi modifikasi cuaca kita lakukan untuk mencegah awan-awan hujan mendekati daratan Indonesia. Jadi kalau dia mendekat, nanti awan hujan itu kita semai dengan bahan semai dari NaCl agar dia jatuh di tempat-tempat seperti di perairan, atau di laut, atau di tempat yang tidak berbahaya," ujar Faisal dalam sidang kabinet paripurna, Senin."Atau kalau sudah sampai di atas Jakarta, itu kita tebarkan kapur tohor atau CaO, supaya dia terpecah dan tidak terjadi hujan," sambungnya.Modifikasi cuaca, kata Faisal, mampu menurunkan curah hujan hingga 20–50 persen."Jadi ini membantu untuk mengendalikan atau memitigasi bencana-bencana meteorologi yang mungkin diakibatkan oleh cuaca ekstrem," jelas Faisal.Baca juga: Tahun Baru Tanpa Dentuman Kembang Api...BMKG bersama dengan instansi-instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan antisipasi demi keselamatan masyarakat.Faisal juga meminta masyarakat waspada, tetapi tetap tenang ketika menghadapi potensi cuaca ekstrem."Kami sudah bekerja sama dengan BNPB, BPBD, serta Basarnas. Untuk masyarakat, tetap tenang selama kita dapat memantau kondisi dan selalu bersiap untuk curah hujan tinggi dan gelombang tinggi," ujar Faisal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bodinya juga dibuat ringan, hanya 29 gram tanpa strap, dengan rangka aluminium alloy dan satu tombol crown stainless steel untuk navigasi.Honor membekali Watch X5 dengan sertifikasi IP68 + 5ATM, sehingga aman untuk berenang maupun dipakai aktivitas outdoor.Di sektor fitur, Honor Watch X5 membawa sensor lengkap mulai dari PPG heart-rate monitor, SpO2, kompas, gyroscope, barometer, hingga accelerometer.Jam tangan ini mendukung lebih dari 120 mode olahraga, lengkap dengan fitur route recording, panduan stretching, dan voice coaching saat pengguna berlatih.Untuk kesehatan, Watch X5 menyediakan pemantauan detak jantung 24 jam, saturasi oksigen, stres, analisis tidur, hingga pelacakan kesehatan wanita. Semua data dapat dipantau melalui aplikasi Honor Health.Navigasi outdoor makin akurat berkat dukungan GNSS lima sistem (BeiDou, GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS). Konektivitasnya didukung Bluetooth 5.3 untuk panggilan telepon, serta NFC yang dapat dipakai untuk akses pintu atau pembayaran offline di wilayah tertentu.Honor Fitur lengkap Honor Watch X5.Daya tahan baterainya juga cukup panjang. Honor mengeklaim Watch X5 bisa bertahan hingga 14 hari dalam pemakaian normal, atau sekitar 5 hari jika fitur Always-On Display aktif. Pengisian daya dilakukan lewat konektor magnetik pogo-pin.Baca juga: Ini Dia Coros Pace 4, Smartwatch Ringan untuk Pelari dengan GPS Lebih AkuratFitur tambahan lainnya mencakup remote camera shutter, pemutar musik, mode Do Not Disturb, hingga mini-games.Honor Watch X5 kompatibel dihubungkan dengan smartphone Android 9.0 ke atas dan iPhone yang menjalankan iOS 13 ke atas.Jam tangan ini tersedia dalam dua warna, yaitu Phantom Black dan Moonlight White dengan tali silikon, seperti dihimpun KompasTekno dari GizmoChina.

| 2026-01-14 19:54