JAKARTA, - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menantang pihak yang menuduhnya korupsi penunjukan dua syarikah haji 2026 untuk menyerahkan bukti ke aparat penegak hukum.Dalam pidato arahan ketika melantik jajaran pejabat struktural Kemenhaj RI, Gus Irfan menegaskan pihaknya sangat terbuka jika aparat penegak hukum ingin menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut."Kalau mereka yang menuduh itu mempunyai bukti yang kuat, tolong serahkan kepada aparat penegak hukum. Kami sangat terbuka jika aparat penegak hukum ingin menyelidikinya," kata Gus Irfan, di Masjid Al Ikhlas, Kementerian Haji dan Umrah RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu .Gus Irfan menuturkan, tuduhan tersebut telah ditanggapi oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak yang mengajak untuk mubahalah.Baca juga: Gus Irfan: Saya Akan Mengundurkan Diri jika Anak Buah Terbukti Lakukan Pelanggaran"Tadi malam kita lihat beberapa tayangan yang viral, wakil menteri kita mengungkapkan kegeramannya tentang tuduhan-tuduhan yang disampaikan kepada kementerian haji, sehingga beliau sempat, ayo mubahalah," ucap dia.Ia mempersilakan aparat berwenang untuk menghukum anak buahnya jika memang terbukti melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugasnya."Jika memang nanti terbukti orang-orang kami di Kementerian Haji melakukan pelanggaran dan sebagainya, silakan dihukum," ujar dia.Bukan cuma pegawai, Gus Irfan mengaku siap jika ia ikut terseret karena pelanggaran yang dilakukan anak buahnya."Tidak elok kalau mereka dihukum, saya tidak," ucap dia.Karena itu, ia mengingatkan semua jajarannya untuk menjaga nama baik keluarga dan institusi dengan tidak melakukan hal-hal di luar kewenangan dan aturan yang ditetapkan."Ingatlah, Anda juga membawa nama baik keluarga. Kalau Anda tidak sayang dengan nama baik sendiri dan keluarga, ingatlah Anda membawa nama baik institusi," ujar dia.Baca juga: Gus Irfan Lantik Pejabat Kemenhaj, Harun Al-Rasyid Didapuk Jadi DirjenSebelumnya diberitakan, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, merasa dituduh terlibat praktik korupsi karena penunjukan perusahaan penyedia layanan haji (syarikah) yang berkurang jumlahnya dari delapan menjadi dua. "Saya akan berani bilang saya dan Gus Irfan (Menhaj Mochammad Irfan Yusuf) tidak korupsi sama sekali terkait dengan syarikah," ujar Dahnil dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Rabu .Dua syarikah untuk ibadah haji 2026 adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Albait Guest. Protes itu menurut Dahnil dilontarkan oleh para kartel haji yang melontarkan tuduhan korupsi atau "main-main" terkait penunjukan syarikah di Arab Saudi.
(prf/ega)
Gus Irfan Tantang Balik Penuduh Korupsi: Kalau Punya Bukti, Serahkan ke Penegak Hukum
2026-01-12 06:51:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:53
| 2026-01-12 06:39
| 2026-01-12 06:15
| 2026-01-12 06:10
| 2026-01-12 06:03










































