Menua Tanpa Peta

2026-01-15 06:25:53
Menua Tanpa Peta
INDONESIA sedang menua—diam-diam, tetapi pasti. Data Susenas Agustus 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk usia 65 tahun ke atas hampir menyentuh 22 juta orang.Angka ini sering lewat sebagai statistik rutin. Padahal di baliknya tersimpan pertanyaan kebijakan yang jauh lebih mendasar: siapa yang sesungguhnya bertanggung jawab atas hidup jutaan lansia Indonesia—negara atau keluarga?Selama ini, jawabannya lebih sering jatuh ke keluarga. Negara hadir, tetapi belum sepenuhnya mengambil alih peran. Dan di situlah persoalan penuaan penduduk Indonesia bermula.Jika menilik struktur umur penduduk usia 15 tahun ke atas, Indonesia secara statistik masih tampak kokoh sebagai negara “produktif”.Kelompok usia muda-produktif seperti 15-24 tahun dan 25-34 tahun masing-masing sekitar 44 juta jiwa lebih — angka yang mencerminkan dominasi penduduk usia kerja dalam perekonomian nasional.Baca juga: Paradoks Global Citizenship: Karpet Merah atau Macan Kertas?Kelompok usia 35–39 tahun dan 40–44 tahun juga masing-masing masih berada di kisaran jutaan jiwa, menunjukkan pangsa usia produktif yang kuat dalam tenaga kerja dan konsumsi domestik.Di sisi lain, kelompok usia 60–64 tahun mencapai lebih dari 12 juta jiwa, dan usia 65–69 tahun sekitar 9,2 juta jiwa — belum termasuk lansia 70 tahun ke atas yang juga menambah jumlah lansia total hampir 22 juta orang (data kelompok 65+).Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun persentase lansia relatif lebih kecil dibandingkan kelompok produktif, pertumbuhannya merupakan porsi signifikan dalam populasi usia dewasa (Susenas, BPS, 2025).Dalam demographic transition theory, fase ini menandai peralihan dari masyarakat muda menuju masyarakat yang makin menua ketika angka harapan hidup meningkat dan angka kelahiran menurun.Tren ini terlihat jelas, meski mayoritas penduduk masih berada di produktif (15–64), kelompok lansia (65+) bertambah secara absolut dan proporsional seiring waktu, mencerminkan fenomena penuaan populasi yang tak bisa diabaikan.Namun, perubahan demografi ini tidak diikuti dengan perubahan cara negara mendistribusikan tanggung jawab sosial.Secara praktik, ketika seseorang melewati usia produktif, beban kesejahteraan berpindah dari pasar kerja ke rumah tangga.Inilah yang oleh para ahli disebut sebagai rezim familialism welfare, ketika keluarga menjadi penanggung utama risiko usia tua—sakit, kehilangan pendapatan, dan ketergantungan (Saraceno, 2016). Beban ini tidak tercatat dalam APBN, tetapi nyata dalam dapur rumah tangga.Dalam demographic transition theory, fase ini menandai peralihan dari masyarakat muda menuju masyarakat menua, ketika usia harapan hidup meningkat dan angka kelahiran menurun (Notestein, 1945). Indonesia kini tepat berada di fase itu.Pemerintah tentu tidak sepenuhnya absen. Strategi Nasional Peningkatan Kualitas Hidup Lansia telah disusun.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-15 06:53