Pengungsi Ukraina Juara Sumo di Jepang, Kini Ranking 2 Dunia

2026-02-05 10:26:07
Pengungsi Ukraina Juara Sumo di Jepang, Kini Ranking 2 Dunia
FUKUOKA, - Pengungsi Ukraina, Danylo Yavhusishyn, mencatatkan sejarah sebagai atlet sumo pertama dari negaranya yang meraih gelar juara di turnamen profesional Jepang.Dalam Turnamen Sumo Besar Kyushu 2025, Yavhusishyn tampil sebagai juara dan akan dipromosikan ke peringkat tertinggi kedua dunia, meski baru 14 turnamen yang diikutinya."Sebenarnya saya ingin menang di turnamen ini, tetapi saya tidak benar-benar yakin bisa mencapainya," ujar Yavhusishyn kepada awak media di Fukuoka, Senin , dikutip dari AFP.Baca juga: Kelebihan Beban, Pesawat Jepang Gagal Terbang karena Angkut 27 Atlet Sumo"Saya sangat senang," tambahnya.Di hari-hari penentuan turnamen, pesumo berusia 21 tahun itu—yang kini dikenal dengan nama panggung Aonishiki—mengalahkan juara bertahan asal Mongolia, Hoshoryu, dalam dua pertandingan krusial.Kemenangan beruntun itu mengantarkannya meraih gelar perdananya di kancah sumo profesional Jepang.Momen ini sekaligus menjadi titik balik dalam karier Aonishiki yang baru dimulai setahun lalu.shutterstock Ilustrasi sumoYavhusishyn mulai mengenal sumo sejak usia tujuh tahun di Ukraina tengah. Pada usia 17 tahun, ia menjadi juara nasional.Namun, pecahnya invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 mengubah segalanya. Saat itu, ia masih di bawah usia wajib militer dan mengungsi ke Jerman.Dari sana, ia melanjutkan perjalanan ke Jepang untuk mengejar cita-citanya sebagai pesumo profesional, meskipun tidak memiliki kemampuan bahasa Jepang dan harus berpisah dari orangtuanya yang tetap tinggal di Jerman.“Saya berbicara dengan orangtua saya setelah pertandingan. Saya juga menerima banyak pesan dari teman-teman di Ukraina,” ungkapnya.“Saya belum sempat membalas semuanya, tetapi saya akan membalas satu per satu setelah ini,” kata Aonishiki.Baca juga: Kalah 104 Kali Berturut-turut, Pesumo Jepang Ini Akhirnya PensiunAonishiki mencatatkan debut profesionalnya pada Juli 2023. Ia menjadi pesumo Ukraina kedua yang berkiprah di Jepang, menyusul Serhii Sokolovskyi atau Shishi.Namun, langkahnya lebih mencolok. Promosi ke divisi atas yang diraihnya terhitung sebagai yang tercepat kelima sejak sistem turnamen enam kali setahun diperkenalkan pada 1958.Turnamen Kyushu menjadi panggung pembuktian dirinya. Setelah mengalahkan Hoshoryu di hari kedua terakhir, Aonishiki kembali menaklukkan sang juara bertahan di hari terakhir.“Itu turnamen terakhir tahun ini, jadi saya ingin memberikan yang terbaik agar tidak menutup tahun dengan penyesalan,” ujarnya.Baca juga: Pesumo Dipaksa Main meski Takut Tertular Covid-19, Akhirnya Keluar TurnamenSumber: Kompas.com (Penulis: Albertus Adit | Editor: Albertus Adit)


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-05 09:23