Jembatan Gantung Bakal Dibangun di Sumberlangsep yang Terisolir Imbas Banjir Lahar Semeru

2026-01-14 15:09:14
Jembatan Gantung Bakal Dibangun di Sumberlangsep yang Terisolir Imbas Banjir Lahar Semeru
LUMAJANG, - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membangun jembatan gantung di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.Sebagai informasi, akses satu-satunya menuju Dusun Sumberlanhsep adalah melewati jembatan limpas yang melintang di Sungai Regoyo.Namun, jembatan ini kerap tertutup material pasir dan batu yang terbawa oleh banjir lahar hujan Gunung Semeru.Sehingga, saat banjir lahar menerjang, warga di Dusun Sumberlangsep terisolir.Baca juga: Evaluasi Penanganan Erupsi Semeru, Bupati Lumajang: Untuk Upaya Jangka PanjangBupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk proses pembuatan jembatan gantung.Menurutnya, jembatan gantung akan dibangun melintang di atas Sungai Regoyo sepanjang 270 meter."Saya sudah berkoordinasi dengan kepala BNPB dan akan dibangunkan jembatan gantung oleh BNPB sepanjang 270 meter," kata Indah, Senin .Indah menerangkan, BNPB sudah melakukan survei lapangan untuk proses perencanaan pembuatan jembatan gantung."Kemarin sudah di survei, insya Allah sekarang proses perencanaan desain jembatannya sedang disusun," terangnya.Baca juga: 46 Siswa Sumberlangsep Terancam Tak Bisa Ikut Ujian Besok karena Banjir Lahar SemeruMenurut Indah, keberadaan jembatan gantung sangat penting bagi warga Sumberlangsep.Selain untuk mobilitas warga keluar masuk dusun, adanya jembatan gantung diharapkan memudahkan anak-anak untuk berangkat sekolah tanpa khawatir diterjang banjir lahar.Ditambah, apabila kondisi bencana, distribusi bantuan bisa segera dilakukan tanpa menunggu banjir surut."Jembatan gantung ini penting, banyak anak sekolah yang harus digendong menyeberang lahar dan itu sangat berbahaya, terus kalau kondisi bencana seperti ini bantuan logistik bisa segera didistribusikan," jelasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-14 14:24