Sah, 43 Bank Siap Guyur Rp 37,1 Triliun, Biayai 285.000 Rumah Subsidi

2026-01-12 04:57:57
Sah, 43 Bank Siap Guyur Rp 37,1 Triliun, Biayai 285.000 Rumah Subsidi
JAKARTA, - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) resmi menggandeng 43 bank penyalur untuk menyalurkan dana Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) Rp 37,1 triliun bagi 285.000 unit rumah subsidi.Jumlah bank tersebut terdiri dari lima bank Himpunan Bank Negara (Himbara), empat bank swasta, serta 33 Bank Pembangunan Daerah (BPD)Dana tersebut terdiri dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp 25,1 triliun dan sisanya dari pengembalian pokok sebesar Rp 10,4 triliun yang digulirkan kembali serta saldo awal tahun 2026 sebesar Rp 1,6 triliun.Baca juga: Rumah Subsidi Harus Berkualitas, Bos Tapera: Kalau Tidak, Dzalim"Realisasi KPR FLPP tahun 2025 menunjukkan akselerasi signifikan dibandingkan 2024 di seluruh periode, menegaskan efektivitas kebijakan pembiayaan perumahan yang berjalan," ungkap Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam sambutannya, Selasa .Per 22 Desember 2025, realisasi pembiayaan FLPP mencapai 270.985 unit.Heru menuturkan, ini menunjukkan tren akselerasi penyaluran dan penguatan kinerja program perumahan subsidi secara nasional.Capaian tersebut merupakan hasil konsistensi kebijakan pemerintah dalam memberikan karpet merah untuk rakyat yang didukung sinergi erat antara BP Tapera, perbankan penyalur, serta asosiasi dan pengembang perumahan.Heru juga mengapresiasi capaian yang dilakukan oleh seluruh bank penyalur tahun 2025 untuk penyaluran tertinggi sepanjang sejarah."Kami berharap, tahun 2026 nanti kinerja bank penyalur akan semakin baik dan semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang terbantu," lanjutnya.Baca juga: BP Tapera Optimistis Serapan FLPP Tembus 280.000 Rumah Akhir 2025Dalam kesempatan yang sama, BP Tapera juga menggandeng asosiasi pengembang perumahan untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun 2026.Penandatanganan perjanjian tersebut diwakili oleh 7 asosiasi dengan kontribusi tertinggi dalam Pembangunan rumah yaitu REI, APERSI, HIMPERRA, APERNAS, ASPRUMNAS, PI dan Appernas Jaya.Ruang lingkup perjanjian ini meliputi pemanfaatan data supply dan demand (suplai dan permintaan), pengelolaan aplikasi, pembangunan rumah layak huni dan pembinaan atas pengendalian rumah layak huni dan siap huni.Berdasarkan penyaluran dana FLPP periode yang sama, REI menjadi asosiasi pengembang perumahan yang tertinggi dalam membangun rumah sebesar 112.557 unit.Ini disusul APERSI (80.048 unit), HIMPERRA (36.540 unit), APERNAS (9.235 unit), ASPRUMNAS (8.789 unit), PI (8.198 unit) dan Appernas Jaya (4.905 unit)."Hingga tahun 2025 penyaluran dana FLPP didukung penuh oleh 22 asosiasi pengembang perumahan di seluruh Indonesia. Kami berharap dukungan terus dilanjutkan dengan ualitas rumah layak untuk dihuni di tahun mendatang," tutup dia.


(prf/ega)