PGN Bangun Fasilitas Biomethane di Pagardewa, Dorong Energi Bersih

2026-01-11 22:33:51
PGN Bangun Fasilitas Biomethane di Pagardewa, Dorong Energi Bersih
JAKARTA, – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai membangun titik injeksi (injection point) biomethane di Pagardewa, Sumatera Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat portofolio energi terbarukan sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto mengatakan, fasilitas injeksi tersebut akan berfungsi sebagai titik penyuntikan biomethane ke dalam jaringan gas bumi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, industri, retail, maupun transportasi.“Proyek biomethane akan memperluas portofolio PGN di sektor energi terbarukan. Selain membuka sumber pendapatan baru, proyek ini memperkuat peran PGN dalam transisi energi serta mendukung pencapaian target ESG perusahaan,” ujar Arief dalam keterangan resmi, Kamis .Fasilitas di Pagardewa dilengkapi dengan Pressure Reducing System (PRS) yang juga dapat digunakan untuk sumber pasokan lain seperti coalbed methane (CBM) dan stranded gas. PGN menargetkan pasokan biomethane sebesar 1,2 BBTUD melalui titik injeksi tersebut.Baca juga: Pendapatan PGN Tembus 2,9 Miliar dollar AS hingga Kuartal III 2025Dalam proyek ini, PGN memanfaatkan limbah pabrik minyak kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) untuk menghasilkan biogas. Gas tersebut kemudian diolah menjadi biomethane dan dikompresi menjadi renewable natural gas agar dapat diinjeksikan ke jaringan gas bumi.“Di Pulau Sumatera terdapat banyak pabrik pengolahan minyak kelapa sawit, sementara PGN sudah memiliki infrastruktur pipa transmisi dan stasiun kompresor gas di Pagardewa. Hal ini membuka peluang besar untuk pengembangan biomethane,” kata Arief.Ia menambahkan, biomethane memiliki karakteristik serupa dengan gas bumi dan bisa menjadi energi alternatif ramah lingkungan. Proyek ini juga diharapkan membantu pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 29.688 ton CO?e per tahun dari konversi bahan bakar, serta 204.867 ton CO?e per tahun dari penangkapan gas methane hasil olahan limbah.PGN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong diversifikasi sumber energi domestik. Kehadiran biomethane diharapkan memperkuat ketahanan pasokan energi nasional sekaligus mendukung target bauran energi berkelanjutan Indonesia.Baca juga: Balkondes Karangrejo, Model Ekowisata Desa PGN yang Dilirik Pasar Eropa


(prf/ega)