Update Ranking FIFA: Timnas Indonesia Tak Gerak, Malaysia Terjun Bebas

2026-01-14 07:39:57
Update Ranking FIFA: Timnas Indonesia Tak Gerak, Malaysia Terjun Bebas
- FIFA resmi merilis ranking terbaru pada Senin . Perubahan dialami sejumlah negara ASEAN maupun tim raksasa dunia.Spanyol sejauh ini masih memimpin di urutan pertama dalam tabel ranking FIFA dengan torehan 1877.18 poin.Untuk urutan kedua hingga kelima masih dihuni tim-tim besar eks juara dunia yaitu Argentina (1873.33), Perancis (1870), Inggris (1834.12), dan Brasil (1760.46)Sementara itu, Vietnam menjadi negara ASEAN dan dunia dengan kenaikan tertinggi yaitu tiga tingkat dari peringkat ke-110 ke 107 FIFA dengan koleksi 1189.51 poin.Baca juga: Erick Thohir Terima Kasih ke Presiden FIFA, Indonesia DipercayaBerbanding terbalik dengan Vietnam, Malaysia menjadi negara dengan penurunan ranking terbanyak di ASEAN dan dunia yaitu 5 tingkat dari 116 ke 121 FIFA.Penurunan ini terjadi karena Harimau Malaya mendapat sanksi dari FIFA berupa pembatalan hasil pada tiga laga uji coba melawan Cape Verde, Singapura, dan Palestina.Akibatnya, FIFA menghukum Malaysia dengan kekalahan 0-3 di tiga laga tersebut imbas skandal tujuh pemain ilegal.Baca juga: Erick Thohir Terbang ke Qatar dan Bertemu Presiden FIFA, Ada Apa?Malaysia menjadi tim dengan penurunan terbesar, kehilangan lima posisi dan -22,52 poin, sehingga total poin mereka menjadi 1145.89.Posisi teratas di ASEAN masih dipegang oleh Thailand yang berada di peringkat ke-96 dunia.Meski begitu, Thailand mengalami penurunan satu peringkat dari sebelumnya di ranking 95 dunia dengan total 1243.27 poin.Dokumentasi Instagram Erick Thohir Timnas Indonesia dalam perjuangan di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat menghadapi Arab Saudi, Kamis di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.Timnas Indonesia tidak mengalami perubahan dalam peringkat FIFA dan tetap berada di peringkat 122 dunia dengan 1144.73 poin.Posisi Timnas Indonesia tidak mengalami perubahan yang signifikan karena tidak menggelar pertandingan saat FIFA Matchday pada bulan November yang lalu.Situasi ini disebabkan oleh tidak adanya pelatih kepala setelah ditinggal oleh Patrick Kluivert sehingga PSSI memutuskan untuk mempersiapkan Timnas U22 Indonesia yang akan berpartisipasi di SEA Games 2025.Baca juga: FIFA Pastikan Hadiah Piala Dunia 2026 Naik 50 Persen, Juara Kantongi Rp834 MiliarPeringkat Indonesia tidak banyak berubah sejak bulan April lalu ketika mereka berada di posisi ke-123.Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, skuad Garuda sempat mencapai posisi ke-118 setelah meraih hasil positif di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-14 07:02