Khidmat dan Hangat, Suasana Misa Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta

2026-02-03 22:34:51
Khidmat dan Hangat, Suasana Misa Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta
JAKARTA, - Jemaat Gereja Katedral Jakarta mulai melangsungkan ibadah dengan begitu khidmat dan hangat dalam rangkaian Misa Pontifikal, Kamis pagi.Dari pantauan Kompas.com di lokasi, Misa Pontifikal dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo yang mulai masuk ke dalam gereja pada pukul 08.30 WIB.Dengan tema Natal 2025, "Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga", Kardinal Suharyo mengajak keluarga-keluarga Kristiani untuk mengalami kehadiran Tuhan dan memulihkan kembali relasi dengan Allah dan sesama.Lewat peristiwa Natal, Kristus hadir untuk menyelamatkan keluarga kita.Baca juga: Melihat Suasana Gereja Katedral Jakarta Jelang Misa Natal Pontifikal 2025...Dengan demikian, keluarga Kristiani dapat menjadi perpanjangan kasih Allah yang menyelamatkan dunia.Sepanjang Misa Pontifikal berlangsung, jemaat tampak damai mendengarkan khotbah dari Kardinal Suharyo.Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Gereja Katedral Jakarta dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Susi Suwadie menyampaikan bahwa Misa Pontifikal selalu dipimpin oleh Kardinal Suharyo setiap Perayaan Natal."Biasanya pada Misa Pontifikal yang memang hanya khusus dipimpin oleh Bapak Kardinal dilakukan pada setiap Natal dan juga pasca nanti di akhir Misa akan diberikan indulgensi yaitu berupa pelepasan dosa di bagian akhir dari Misa Pontifikal," jelas Susi di Gereja Katedral, Jakarta Pusat.Baca juga: 94 Polisi Dikerahkan Jaga Perayaan Natal 2025 di Gereja Katedral JakartaSusi menuturkan, misa kedua, yakni Misa Keluarga, pada pukul 11.00 WIB yang akan dipimpin oleh Romo Yohanes Deodatus SJ."Di sini banyak sekali keluarga membawa anak-anak tentunya nanti Romo akan memberikan homili yang bisa mudah dipahami oleh anak-anak," ucapnya.Kemudian, anak-anak biasanya mendapat berkat.Mereka akan membawa tabungan untuk dimasukkan di celengan ayam yang ada di depan altar.Misa ketiga, yakni Misa khusus Lansia, baru memang diadakan tahun ini pada pukul 16.00 WIB dan dilanjutkan Misa Penutup pada pukul 18.00 WIB.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-03 22:13