FLORES TIMUR, - Dedikasi seorang guru masih dipenuhi tantangan, terutama kesejahteraan. Di banyak tempat, upah yang didapatkan jauh dari kata layak, namun mereka tetap setia mengabdi bagi bangsa.Salah satunya datang dari Velsiana Naan Kebarek (32), guru honorer di Desa Balaweling Noten, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, NTT.Velsiana telah mengabdikan dirinya di SDK Balaweling selama lebih dari 3 tahun.Ia mengajar mata pelajaran di kelas 5, meskipun pada praktiknya ia merangkap sebagai guru kelas karena kekurangan tenaga pengajar."Sebenarnya guru mata pelajaran, tapi karena kekurangan guru, jadi kami jadikan guru kelas, jadi semua mata pelajaran rangkap mengajar," ujar Velsiana, Selasa .Baca juga: Guru SD yang Nyambi jadi Sopir Taksi Online Tewas di Brebes, Diduga Korban PerampokanKendati demikian, perjuangannya sebagai guru honorer tidaklah mudah.Ia mengakui bahwa kesejahteraan menjadi tantangan utama."Kalau soal kesejahteraan, kita tahu tuh, kalau guru honor begitu ya, kebijakannya cuma dari dana bantuan operasional saja (BOS) bos saja," ungkapnya.Gaji yang diterima Velsiana pun tergolong minim.Pada awal mengajar, ia menerima gaji Rp 300.000 per bulan.Gaji tersebut kemudian naik menjadi Rp 400.000 per bulan pada tahun ketiga.Baca juga: Khofifah Mengaku Berat Setujui Pengajuan Cerai ASN: Ada Belasan Tiap Pekan, Mayoritas GuruMeskipun demikian, semangat Velsiana untuk mengajar tidak pernah pudar.Baginya menjadi seorang guru adalah panggilan hidup.“Ini juga merupakan panggilan hati untuk selalu terus mengabdi demi mencerdaskan anak bangsa,” katanya.Ia juga mengaku akses ke sekolah cukup mudah karena jaraknya yang dekat dari rumah.
(prf/ega)
Nasib Felsiana, Guru Honorer di Flores Timur NTT Hanya Digaji Rp 400.000 per Bulan
2026-01-11 15:12:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 13:37
| 2026-01-11 13:06
| 2026-01-11 13:05
| 2026-01-11 12:48
| 2026-01-11 12:45










































