ACEH TAMIANG, - Dokter bedah di RSUD Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh terkendala dalam melakukan operasi, lantaran ruang perawatan pascaoperasi, alias ruang rawat inap (ranap), belum memadai. "Sekitar beberapa hari lalu, ruangannya belum layak. Debunya segitu banyak, yang nantinya akan mengakibatkan angka infeksi luka operasinya tinggi," ungkap dr. Surya Martua Harahap, Sp.B kepada Kompas.com di lokasi pada Minggu . Adapun kini, RSUD Aceh Tamiang sudah membuka kembali pelayanan kesehatan secara bertahap sejak 9 Desember 2025, yakni beberapa hari setelah dilanda banjir bandang pada akhir November.Baca juga: Layanan Kesehatan Mulai Dibuka di RSUD Aceh Tamiang Pascabanjir BandangPembukaan kembali pelayanan kesehatan berdasarkan bantuan dari berbagai pihak untuk beberapa hal, seperti pembersihan lumpur di area dalam dan luar rumah sakit, penyediaan air bersih, serta bantuan dari sisi medis.kompas.com / Nabilla Ramadhian Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu .Sejak rumah sakit beroperasi kembali, Unit Gawat Darurat (UGD) adalah ruangan yang pertama kali dibuka. Namun, beberapa ruang rawat inap masih belum dibuka, karena pembersihan masih dilakukan.Alhasil, jika ada pasien yang harus dirawat inap setelah dioperasi, mereka akan ditempatkan bersama pasien lainnya di UGD. Ditambah lagi, ruangan masih cukup berdebu. "Saya tidak izinkan operasi besar, karena bagi saya, kalau operasi laparotomi harus bersih. Jangan cuma berpikir, 'Bisa operasi apa enggak?'. Itu pasti. Cuma perawatannya. Kemarin ruang rawat belum ada, masih di UGD, dan itu jauh dari kata layak," terang dr. Surya. Laparotomi adalah prosedur bedah besar pada area perut, yang dilakukan pada beberapa kondisi kesehatan seperti gawat abdomen, usus bocor, atau infeksi usus yang berat. Debu berpotensi membuat luka terinfeksi beberapa hari pascaoperasi, yang bisa berujung pada kondisi kesehatan lainnya, seperti luka operasi jadi bernanah. "Ngapain dipaksain kalau belum layak? Kecuali, kamar rawat sudah terbuka, jangan di situ (UGD). Perkara operasi bisa. Tapi, bedah ini bukan hanya kamar operasi, tapi juga kamar rawat dukungan," ujar dr. Surya. Saat ini, beberapa ruang rawat inap sudah dibuka. Namun, dr. Surya menyebutkan bahwa kondisinya masih belum bersih sepenuhnya.Untuk kasus operasi tertentu, dr. Surya memang lebih memilih merujuk pasien ke rumah sakit lain, yang ruang rawat inapnya lebih memadai. Namun, bukan berarti seluruh prosedur operasi tidak bisa dilakukan, mengingat peralatan untuk operasi dasar sudah memadai. "Lebih ke operasi misalnya patah tulang terbuka, atau patah tulang tertutup, dengan memakai semen penanggulangannya. Kemudian luka-luka bernanah karena sakit gula, itu bisa," tutur dr. Surya. "Tapi kalau laparotomi, untuk operasinya saya pribadi dan mungkin teman-teman bedah yang lain juga bisa. Cuma kalau bedah bukan hanya berbicara tentang kamar operasi, harus berbicara juga tentang proses pemulihan," tegas dia.
(prf/ega)
Keterbatasan Ruang Rawat Inap Jadi Hambatan Layanan Dokter Bedah di RSUD Aceh Tamiang
2026-01-11 22:43:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:27
| 2026-01-11 21:37
| 2026-01-11 21:10
| 2026-01-11 21:05
| 2026-01-11 20:48










































