Senyum Semringah Kepala A400M Airbus Berhasil Antar Pesawat ke Indonesia, Ikut Terbang dari Spanyol

2026-01-12 04:45:57
Senyum Semringah Kepala A400M Airbus Berhasil Antar Pesawat ke Indonesia, Ikut Terbang dari Spanyol
JAKARTA, - Siapa mengira, orang nomor satu Airbus dalam proyek pesawat angkut militer A400M ikut terbang bersama awak kru TNI AU untuk mengantar A400M dari Spanyol ke Halim Perdanakusuma, Jakarta.Ya, Head of A400M Programme Airbus Defence and Space, Gerd Weber, ternyata juga berada di dalam pesawat A400M pertama yang dikirim dari Sevilla, Spanyol, ke Jakarta, dalam penerbangan selama dua hari (termasuk transit)."Saya bahagia sekali karena bisa mengantar pesawat ini ke sini," ujar Weber dengan semringah saat dijumpai di kantor Airbus di Jakarta, Senin ."Selama dua hari terakhir, saya terbang dari Sevilla ke Pangkalan Udara Halim bersama tim dari Angkatan Udara menggunakan A400M," kata Weber.Baca juga: Prabowo Ingin Tambah 4 Unit A400M, Airbus: Kalau Puas Bisa Pesan Lagi...Ia pun menyampaikan kesan-kesannya selama penerbangan delivery yang diawaki oleh kru asal Indonesia itu."Saya harus akui, kami bertemu dengan orang-orang yang sangat menginspirasi dan sangat kompeten dari Angkatan Udara. Kami benar-benar menantikan saat mereka dapat mengoperasikan sendiri pesawat ini," lanjut Weber./Reska K. Nistanto Gerd Weber, Head of A400M Programme Airbus Defense and Space di kantor Airbus di Jakarta, Senin .Diketahui, penerbangan A400M dari pabriknya di Sevilla, Spanyol, dimulai pada Sabtu dan melakukan dua kali stopover, yaitu di Bandara Al Maktoum, Uni Emirat Arab, dan Bandara Kualanamu di Medan.Selama penerbangan tersebut, Weber menilai kru A400M asal Indonesia memiliki kompetensi yang sangat baik. Mereka disebut sebagai profesional yang terampil dan berpengalaman, sehingga Airbus tidak meragukan kemampuan mereka dalam mengoperasikan pesawat tersebut.Baca juga: Indonesia Jadi Negara Prioritas Airbus A400M di Asia PasifikNamun, ia menekankan bahwa filosofi menerbangkan A400M sangat berbeda dibandingkan pesawat angkut yang sebelumnya dioperasikan, seperti C-130.Jika sebelumnya pilot menggunakan kendali yoke konvensional (kemudi di tengah), A400M menggunakan side-stick (joystick di samping) dengan sistem kokpit digital dan layar instrumen yang mendominasi, serta minim interaksi manual."Hampir seluruh kendali terhubung langsung ke sistem penerbangan sehingga pendekatan terbangnya berbeda total," kata Weber.Meskipun begitu, Airbus yakin awak Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi dan sistem baru tersebut.


(prf/ega)