Sejarawan Menelusuri Pohon Natal Pertama di Dunia, Ada di Mana?

2026-02-02 14:06:50
Sejarawan Menelusuri Pohon Natal Pertama di Dunia, Ada di Mana?
- Pohon Natal yang kini menjadi simbol perayaan akhir tahun di berbagai belahan dunia ternyata memiliki sejarah panjang dan tidak muncul begitu saja.Tradisi menghias pohon dengan berbagai ornamen ini berkembang secara bertahap, seiring perubahan makna dan kebiasaan masyarakat Eropa dalam merayakan Natal.Sejarawan pun menelusuri jejak awal kemunculan pohon Natal modern melalui berbagai catatan sejarah yang masih terus diperdebatkan hingga kini.Sejumlah sumber sejarah menunjukkan bahwa tradisi pohon Natal mulai dikenal luas pada abad ke-16, ketika umat Kristiani mulai membawa pohon hijau ke dalam rumah dan menghiasnya dengan tanaman serta lilin.Pohon yang selalu hijau ini dipilih karena melambangkan kehidupan dan harapan, sementara cahaya lilin menjadi simbol terang di tengah kegelapan.Dari praktik inilah, cikal bakal pohon Natal modern kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah Eropa.Baca juga: Sejarah Christmas Cake, Kue Natal Klasik ala Pedesaan Inggris Dilansir dari History, Jerman sering dianggap sebagai tempat lahirnya tradisi pohon Natal modern.Pada abad ke-16, umat Kristiani di Jerman mulai membawa pohon hias ke rumah mereka.Pohon-pohon ini sering terbuat dari kayu cemara yang selalu hijau dan melambangkan kehidupan kekal serta dihiasi dengan tanaman hijau dan lilin.Pada abad ke-17, pohon Natal mulai dihiasi dengan daun emas, dekorasi kertas, dan lilin. Pohon Natal juga mulai digunakan dalam festival dan acara di istana kerajaan.Kebiasaan ini kemudian menjadi populer di kalangan bangsawan dan menyebar ke seluruh Eropa pada awal abad ke-19.Dilansir dari Kompas.com , ketika orang Jerman bermigrasi ke seluruh dunia, tradisi pohon Natal juga ikut menyebar ke seluruh penjuru Bumi.Namun, lokasi pohon Natal pertama di dunia masih terus diperdebatkan hingga kini.Baca juga: Chef Hotel Bagi Trik Cara Mengempukkan Daging Sapi untuk Hidangan NatalDalam bukunya Inventing the Christmas Tree, Bernd Brunner menemukan beberapa referensi dari Jerman, Inggris, dan Kawasan Baltik.Yang paling awal ia temui adalah kota Freiburg di barat daya Jerman.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-02 13:12