– Jauh sebelum uang logam dan kertas dikenal luas, masyarakat Nusantara sudah akrab dengan logam mulia seperti emas, perak, dan perunggu.Bagi kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia, logam mulia tidak hanya menjadi simbol kemakmuran dan kekuasaan, tetapi juga memiliki fungsi sosial, ekonomi, hingga spiritual yang sangat penting.Dari masa Sriwijaya hingga Majapahit, keberadaan logam mulia menggambarkan tingkat peradaban tinggi masyarakat Nusantara yang telah mengenal teknologi pertambangan, pengolahan, serta perdagangan logam berharga.Lalu bagaimana masyarakat nusantara menggunakan logam mulia pada masa kerajaan?Dikutip dari buku Sejarah Nasional Indonesia (2008) yang ditulis Notosusanto dan Nugroho dan diterbitkan Balai Pustaka, pada era Majapahit, Raja Hayam Wuruk (1350-1389) memiliki harta dari emas yang sangat banyak.Hal itu dibuktikan dengan adanya kereta kerajaan Majapahit era Hayam Wuruk yang berhiaskan emas dan permata. Bahkan, dalam sebuah upacara agung, raja menggunakan tandu khusus yang dihiasi dengan perhiasan emas.Baca juga: Apa Itu Karat dalam Emas?Dalam berbagai catatan arkeologis, emas kerap digunakan sebagai simbol status dan lambang kekuasaan di lingkungan kerajaan. Raja, bangsawan, hingga pejabat istana memakai perhiasan emas sebagai tanda kehormatan dan kedudukan sosial yang tinggi.Relief di Candi Borobudur dan Prambanan, misalnya, menggambarkan tokoh-tokoh kerajaan yang mengenakan anting, kalung, gelang, serta mahkota dari logam mulia.Aksesori tersebut bukan hanya hiasan, tetapi juga menjadi representasi kekuatan spiritual dan legitimasi politik penguasa.Selain perhiasan pribadi, emas juga dipakai untuk menghiasi arca dewa, wadah persembahan, hingga benda-benda ritual keagamaan. Dalam konteks budaya Hindu-Buddha, logam mulia dipercaya membawa kesucian dan menjadi media yang layak bagi pemujaan terhadap dewa.Selain berfungsi simbolik, logam mulia juga memiliki peran ekonomi yang signifikan. Pada masa kerajaan-kerajaan awal di Nusantara, terutama sejak abad ke-8 hingga ke-14, emas dan perak mulai digunakan sebagai alat tukar atau bentuk pembayaran dalam perdagangan.Kerajaan Sriwijaya, misalnya, yang menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara, dikenal memiliki sistem ekonomi berbasis logam mulia. Aktivitas ekspor-impor antara pedagang lokal dan asing, terutama dari India dan China, sering dilakukan dengan pembayaran berupa emas atau perak.Baca juga: Mengenal Gobog, Mata Uang Majapahit yang Kini Sering Dijadikan JimatBukti arkeologis seperti kepingan emas bertuliskan aksara Pallawa yang ditemukan di Sumatera Selatan memperkuat dugaan bahwa masyarakat sudah mengenal bentuk awal dari "uang emas". Kepingan ini berfungsi sebagai alat transaksi maupun simbol otoritas ekonomi kerajaan.Penggunaan logam mulia juga erat kaitannya dengan kegiatan keagamaan dan spiritual. Dalam upacara Hindu-Buddha, emas dan perak sering digunakan sebagai persembahan kepada dewa atau sebagai bahan pembuat arca perwujudan.Beberapa prasasti kuno, seperti Prasasti Nalanda (abad ke-9) dan Prasasti Kalasan (abad ke-8), mencatat bahwa raja dan bangsawan memberikan emas sebagai hadiah untuk pembangunan wihara dan tempat suci. Pemberian logam mulia dianggap sebagai bentuk amal kebajikan yang dapat mendatangkan pahala.Sementara itu, di era kerajaan Islam seperti Samudra Pasai dan Demak, emas mulai digunakan dalam bentuk koin atau dinar sebagai alat tukar resmi.Koin emas tersebut sering diberi inskripsi kaligrafi Arab sebagai tanda keislaman sekaligus legitimasi kekuasaan raja.Masyarakat Nusantara juga dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam mengolah logam. Peninggalan arkeologis seperti cetakan logam, tungku peleburan, dan perhiasan halus menunjukkan kemahiran pandai emas dan perak masa itu.Kerajinan logam dari masa Majapahit dan Bali kuno memperlihatkan detail halus yang menandakan tingkat teknologi yang cukup maju. Bahkan, beberapa teknik seperti filigree (pilin halus emas) dan granulasi (butiran emas) telah digunakan berabad-abad sebelum teknik modern dikenal.Baca juga: Mengenal Gobog, Uang yang Berlaku di Era Majapahit
(prf/ega)
Bagaimana Masyarakat Nusantara Menggunakan Logam Mulia pada Masa Kerajaan?
2026-01-12 07:10:05
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:22
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 05:27
| 2026-01-12 05:09










































