Polisi Diberondong Tembakan saat Gerebek Rumah Pengedar Narkoba di Pekalongan

2026-02-02 18:09:55
Polisi Diberondong Tembakan saat Gerebek Rumah Pengedar Narkoba di Pekalongan
SEMARANG, - Polisi mendapat perlawanan saat menggerebek rumah terduga pengedar narkoba berinisial ABA di Kelurahan Pringrejo, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.Saat petugas hendak memasuki rumah tersebut pada Selasa , mereka diberondong tembakan senjata api dari sejumlah orang."Saat anggota kami tiba, tiba-tiba keluar beberapa orang dari rumah tersebut, dan salah satunya membawa senjata api. Terjadi penembakan ke arah petugas," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, Kamis .Baca juga: Polisi Dalami Rumor Persaingan Bandar Narkoba Dibalik Tawuran di Tallo MakassarArtanto menjelaskan tembakan diarahkan ke petugas yang berlindung di balik mobil, menyebabkan kaca depan kiri mobil anggota Sat Resnarkoba Pekalongan pecah.Beruntung tidak ada anggota yang terluka."Menyikapi situasi ini, tim opsnal kemudian meminta bantuan kekuatan dari Sat Resnarkoba dan Resmob Polres Pekalongan Kota serta mendatangkan petugas Sat Brimob Subden B Pelopor Pekalongan," ujarnya.Baca juga: Polsek Toba Grebek Tiga Lokasi, Enam Tersangka Narkoba Diamankan di Sanggau KalbarTim gabungan yang dipimpin Kabag Ops Kompol Farid Amirullah kemudian melakukan penggerebekan lanjutan pada Rabu pukul 00.30 WIB.“Dengan upaya paksa yang terukur, tim gabungan berhasil mengamankan tersangka utama, ABA (44), wiraswasta, di Kelurahan Pringrejo, Pekalongan Barat,” tegas Artanto.Dari tangan ABA, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:Artanto menambahkan bahwa ABA merupakan residivis kasus narkoba.“Alhamdulillah, meskipun mendapat perlawanan cukup keras dari pelaku, tidak ada petugas yang menjadi korban,” ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-02 17:25