Lagu Natal Lebih dari 100 Tahun yang Masih Dinyanyikan hingga Kini

2026-01-14 17:58:54
Lagu Natal Lebih dari 100 Tahun yang Masih Dinyanyikan hingga Kini
- Setiap bulan Desember, berbagai lagu Natal kembali diputar di gereja, pusat perbelanjaan, media sosial, hingga platform streaming.Lagu-lagu ini kerap dianggap sebagai bagian dari budaya modern.Namun, tidak sedikit di antaranya yang sebenarnya telah berusia lebih dari satu abad, bahkan berasal dari abad pertengahan, jauh sebelum teknologi rekaman musik dikenal luas.Lagu-lagu Natal klasik ini lahir dalam konteks sejarah yang panjang, mulai dari tradisi lisan, hymn gereja, hingga puisi religius yang kemudian diadaptasi menjadi musik.Usianya yang sudah melampaui 100 tahun tidak menghalangi lagu-lagu tersebut untuk tetap dikenal dan dinyanyikan hingga saat ini.Baca juga: 50 Contoh Ucapan Natal Beberapa lagu Natal tertua yang masih dikenal saat ini berasal dari abad ke-12 hingga ke-16.Pada masa itu, lagu Natal umumnya disampaikan secara lisan dan berkaitan erat dengan drama kelahiran Yesus atau tradisi gereja di Eropa.1. The Friendly Beasts2. The Cherry Tree Carol3. Coventry CarolBaca juga: Jadwal Misa Malam Natal 2025 di Jakarta LengkapMemasuki abad ke-18, lagu Natal mulai lebih banyak ditulis dalam bentuk himne dan puisi religius, kemudian dicetak dan disebarkan secara lebih luas.1. Joy to the World (1719)2. O Come, All Ye Faithful (Adeste Fideles) (1751)3. God Rest You Merry, Gentlemen (sekitar 1760)Baca juga: 55 Ucapan Hari Natal Penuh Makna, Dapat Diucapkan Secara langsung! Abad ke-19 menjadi periode penting dalam perkembangan lagu Natal. Banyak lagu yang diciptakan pada masa ini masih diputar secara luas hingga sekarang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 18:00