TOKYO, - Jepang catatkan rekor aset warisan yang tidak diklaim dan berakhir di kas pemerintah pada 2024.Hal ini terjadi seiring lonjakan angka kematian dan lebih banyak orang mencapai akhir hidup tanpa keluarga dekat.Dikutip dari Straits Times, berdasarkan data Mahkamah Agung Jepang, sekitar 129 miliar yen atau sekitar Rp 13,8 triliun aset yang tidak diklaim dikembalikan ke kas negara pada 2024.Jumlah tersebut hampir empat kali lipat dari 33,6 miliar yen atau sekitar Rp 3,6 triliun yang tercatat pada 2013.Banyaknya harta Jepang yang tidak memiliki ahli waris tampaknya mencerminkan dua masalah, populasi yang menurun dan isolasi di kalangan orang lanjut usia.Sebagai informasi, populasi Jepang terus menurun sejak 2009. Baca juga: Tokyo Protes Keras, Tuding Pesawat China Kunci Radar Jet Tempur JepangMenurut data Japan Research Institute (JRI), di antara warga usai lanjut Jepang yang meninggal dunia, semakin banyak yang tidak menikah dan tidak memiliki kerabat dekat.Aset yang tidak diklaim telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir."Meningkatnya jumlah kematian setiap tahunnya bisa menjadi faktornya," kata Koji Nambu, mitra di firma hukum Miyake & Partners.Data pemerintah menunjukkan, angka kematian meningkat tajam pada 2022, terus meningkat hingga mencapai 1,6 juta pada tahun 2024. Menurutnya, tingkat kesiapan Jepang yang relatif rendah juga dapat menjadi faktor. Apalagi, tantangan suksesi sedang menjangkiti Jepang secara lebih luas.SHUTTERSTOCK/CHEN MIN CHUN Ilustrasi Jepang - Pemandangan pegunungan di Chichibu yang lokasinya di Prefektur Saitama.Rumah-rumah terbengkalai, yang dikenal sebagai akiya, mungkin merupakan tanda yang paling jelas untuk menunjukkan kondisi Jepang. Sekitar 9 juta akiya terbengkalai, ditinggalkan oleh pemilik tanpa ahli waris atau kerabat yang tidak ingin menanggung beban keuangan untuk pemeliharaannya.Wakil Kepala Peneliti di JRI, Makiko Okamoto mengatakan, dengan menurunnya angka pernikahan, kurangnya ahli waris dapat dikaitkan dengan kurangnya hubungan darah dan melemahnya ikatan keluarga.Piramida penduduk Jepang memperlihatkan peningkatan jumlah generasi tua di puncak yang membutuhkan tingkat perawatan yang lebih tinggi."Mendukung kerabat terdekat sering kali merupakan satu-satunya yang bisa dilakukan," ujarnya."Penting bagi lansia tanpa keluarga untuk mempercayakan keinginan mereka kepada seseorang terlebih dahulu," pungkasnya.
(prf/ega)
Aset Warisan Nganggur di Jepang Capai Rp 13,8 Triliun, Kini Masuk Kas Negara
2026-01-11 03:54:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:05
| 2026-01-11 03:51
| 2026-01-11 03:30
| 2026-01-11 03:14
| 2026-01-11 02:22










































