Update Banjir dan Longsor Tapanuli Raya: 8 Orang Meninggal, 58 Luka-luka, 2.851 Mengungsi

2026-02-03 19:40:40
Update Banjir dan Longsor Tapanuli Raya: 8 Orang Meninggal, 58 Luka-luka, 2.851 Mengungsi
- Empat kabupaten di wilayah Tapanuli Raya, Sumatera Utara, diterjang bencana hidrometeorologi secara beruntun pada Senin–Selasa (24–25/11/2025).Hujan lebat yang tak kunjung mereda memicu banjir besar dan tanah longsor di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, menyebabkan korban jiwa, kerusakan permukiman, serta mengganggu aktivitas warga.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, kondisi terparah terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan.Baca juga: Daftar Kerusakan akibat Banjir Padang Pariaman, Apa Saja?Setidaknya, 8 warga meninggal dunia, 58 luka-luka, dan sebanyak 2.851 warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman.Bencana tersebut berdampak di 11 kecamatan, termasuk Sipirok, Marancar, Batangtoru hingga Angkola Selatan.“BNPB terus memonitor perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, seperti dalam keterangan resminya, Rabu .Ia menegaskan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut.Baca juga: Mengapa Kalimantan Tak Sepenuhnya Aman dari Gempa? Ini Penjelasan BMKGcanva.com ilustrasi banjir bandang.Di Sibolga, hujan deras yang turun lebih dari dua hari menyebabkan sejumlah kelurahan terendam banjir dan tertutup material longsor.Arus air bahkan menyeret kendaraan dan menghantam rumah warga.Wilayah banjir meliputi Kelurahan Angin Nauli, Aek Muara Pinang, Aek Habil, Pasar Belakang, dan Pasar Baru.Baca juga: Update Banjir Padang Pariaman, Dampak, dan Wilayah yang TergenangLongsor juga terjadi di berbagai titik seperti Simare-mare, Hutabarangan, Huta Tonga, Pancuran Bambu hingga Pancuran Dewa.Satu warga dilaporkan luka-luka, sementara 3 unit rumah, termasuk satu ruko mengalami kerusakan.Akses jalan di beberapa kelurahan terputus sehingga menyulitkan mobilisasi warga dan tim gabungan.Baca juga: Kalimantan Tak Bebas Gempa, Sesar Tarakan Masih Aktif- Ilustrasi banjir.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-03 17:56