Daftar 13 Kosmetik Menyesatkan dengan Klaim Perbaikan Fungsi Vital Pria

2026-02-04 06:56:54
Daftar 13 Kosmetik Menyesatkan dengan Klaim Perbaikan Fungsi Vital Pria
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 13 kosmetik yang menyesatkan. Produk ini mengklaim dapat memperbaiki fungsi vital pria.Penemuan didapat dari pengawasan di berbagai platform digital. Ini termasuk marketplace dan media sosial untuk klaim yang melanggar.BPOM menindaklanjuti temuan tersebut. Mereka melakukan penelusuran ke sarana produksi dan distribusi produk terkait.Baca juga: Heboh Indomie Soto Banjar di Taiwan Mengandung Etilen Oksida, BPOM Angkat Bicara!Penelusuran memastikan kebenaran, legalitas produk, serta kepatuhan pelaku usaha. Produk yang ditemukan BPOM kemudian dinyatakan melanggar norma dan mengandung klaim yang menyesatkan.“Saat ini, kami masih menemukan adanya pelaku usaha yang memanfaatkan ruang digital tanpa tanggung jawab, dengan memasarkan produk secara agresif dan dengan klaim vulgar, ini merupakan bentuk pelanggaran serius yang dapat membahayakan, merugikan masyarakat serta melanggar hukum,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu .Baca juga: Daftar 32 Obat Bahan Alam Ilegal dari BPOM, Bisa Sebabkan Kerusakan Hati dan GinjalIkrar menjelaskan, promosi produk kosmetik yang ditemukan ternyata menyesatkan. Klaimnya terkait perbaikan fungsi organ vital pria.Contohnya seperti perbaikan sperma, atasi impotensi, menjaga tegang tahan lama, hingga perbesar pembuluh cavernous.Klaim bernuansa medis atau melanggar norma tidak sesuai definisi kosmetik. Kosmetik bukan produk untuk pengobatan.Baca juga: 5 Kosmetik Ilegal yang Paling Banyak Beredar di Markeplace Menurut BPOM, Apa Saja?Kosmetik juga tidak bertujuan meningkatkan fungsi fisiologis tubuh. Klaim ini bertentangan dengan Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024.Sebagai tindak lanjut, BPOM memberikan peringatan keras kepada pelaku usaha. Taruna memerintahkan penarikan, pemusnahan produk, serta penghentian iklan.BPOM juga telah mencabut izin edar kosmetik tersebut. Ini upaya menciptakan ekosistem perdagangan digital yang aman dan jujur.“BPOM tidak akan memberi toleransi terhadap pelaku usaha yang memelintir informasi demi keuntungan dengan menipu konsumen. Jika masih ada oknum yang mencoba memanfaatkan celah dan mengabaikan keselamatan masyarakat, maka siap-siap kami tindak tegas sesuai ketentuan,” kata Taruna.Baca juga: BPOM Temukan 23 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya, Berikut Daftar LengkapnyaTaruna meminta pelaku usaha jujur demi menjaga citra industri kosmetik nasional. Integritas membantu industri nasional bertumbuh sejajar dunia internasional.Selain itu, ia mengimbau masyarakat menjadi konsumen cerdas dan jangan mudah percaya klaim berlebihan atau efek instan.Masyarakat harus senantiasa melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli.Laporkan dugaan aktivitas ilegal/berbahaya dan promosi berlebihan ke Contact Center HALOBPOM 1500533 atau Balai POM setempat.Daftar 13 kosmetik menyesatkan bisa dilihat melalui tautan ini:Baca juga: BPOM Bongkar 32 Obat Herbal Ilegal, Bisa Picu Kerusakan Hati dan Ginjal


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-04 06:04