Menteri Maman: Kopling 2025 Jadi Wadah Sinergi UMKM dan Musisi Perkuat Ekonomi Kreatif

2026-02-04 21:21:06
Menteri Maman: Kopling 2025 Jadi Wadah Sinergi UMKM dan Musisi Perkuat Ekonomi Kreatif
– Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa sinergi antara pelaku UMKM dan musisi diperlukan sebagai kekuatan ekonomi kreatif nasional.Salah satu wujudnya, kata dia, melalui penyelenggaraan festival musik Koplo Keliling (Kopling) 2025.“Anak-anak bangsa, teman-teman UMKM, dan pegiat seni menginisiasi Kopling 2025 untuk menunjukkan bahwa musik koplo identik dengan semangat UMKM kreatif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Maman saat membuka Kopling 2025 di Gambir Expo, Jakarta, Sabtu , seperti dikutip Kompas.com dari siaran pers, Minggu .Dengan mengusung tema “Goyang Ambyar UMKM Bersinar”, Kopling 2025 menghadirkan kolaborasi antara pelaku usaha, seniman, dan mitra industri, di antaranya Gajah Muda Entertainment, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta sejumlah sponsor lain.Maman menilai, kegiatan ini mampu menciptakan ekosistem baru yang mempertemukan pengusaha UMKM dan pelaku industri kreatif secara sinergis.“Acara seperti ini (berhasil) membangun ekosistem baru. Kami berharap, Kopling dapat digelar setiap tahun di berbagai daerah dan menjadi ruang kreatif bersama teman-teman UMKM,” ujarnya.Selama dua hari penyelenggaraan, mulai Sabtu hingga Minggu , Kopling 2025 menampilkan 192 tenant UMKM dan lebih dari 30 musisi.Sejumlah nama besar turut meramaikan panggung. Beberapa di antaranya adalah Maliq & D’Essentials, Danilla, The Changcuters, Warga Koplo, Della Monica, For Revenge, Guyon Waton, dan NDX AKA.Selain pertunjukan musik, Kopling juga menghadirkan Ngobrol Stage yang berisi diskusi inspiratif bersama CNN, Rio Adiwardhana, dan Randa Oktovandy.Maman melanjutkan, keberadaan musisi dan seniman, termasuk musisi koplo, merupakan bagian integral dari sektor ekonomi kreatif yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.“Musik bukan sekadar karya seni dan hiburan, melainkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Musik membuka lapangan kerja, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.Festival ini, imbuh Maman, turut menggerakkan banyak sektor lain, seperti kru panggung, penata suara, perajin alat musik, penjual merchandise, hingga penyedia transportasi lokal.Keterlibatan lintas sektor itu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.Selain memperkuat rantai ekonomi kreatif, Kopling 2025 juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi musisi dan pengusaha UMKM serta memperkuat identitas budaya lokal yang menjadi kekayaan bangsa.“Kopling diharapkan menumbuhkan kebanggaan publik terhadap produk lokal, memperluas akses pasar UMKM, dan mengangkat budaya Indonesia melalui musik yang dekat dengan rakyat,” ujar Maman.Ia menambahkan, penyelenggaraan perdana ini menjadi pembelajaran berharga untuk pelaksanaan di masa depan.“Acara pertama tentu tidak langsung sempurna, tapi akan terus dievaluasi. Prinsipnya, Kopling berikutnya akan menggabungkan lebih banyak pegiat UMKM dan musisi di seluruh Indonesia,” ujarnya.Rangkaian kedua Kopling 2025 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Sejumlah musisi yang tampil antara lain adalah Maliq & D’Essentials, The Changcuters, Drive, Batas Senja, Ndarboy Genk, Aftershine, Om Abidin, dan Aldi Taher.Tiket dapat dibeli melalui platform Goers dengan harga mulai Rp 85.000 (Festival) dan Rp 130.000 (VIP).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-04 19:43