Area Bermain Anak di Stasiun Jatinegara, Ada di Mana?

2026-01-13 05:28:59
Area Bermain Anak di Stasiun Jatinegara, Ada di Mana?
- Calon penumpang kereta api yang membawa anak bisa memanfaatkan area bermain anak di Stasiun Jatinegara sembari menunggu keberangkatan kereta.Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Kamis , area bermain anak di Stasiun Jatinegara berada di dekat ruang tunggu penumpang kereta api jarak jauh.Area tersebut tidak hanya bisa diakses oleh calon penumpang kereta api jarak jauh, tetapi juga penumpang KRL Commuter line.Baca juga: Area bermain anak di Stasiun Jatinegara dilengkapi matras untuk duduk, dan beberapa mainan seperti kereta dorong ataupun rumah-rumahan untuk bermain anak supaya tidak bosan. Penting untuk diingat, calon penumpang yang membawa anak harus mengawasi aktivitas anak selama berada di area bermain demi keamanan.Penting pula untuk melepas alas kaki sebelum masuk ke area bermain anak, guna menjaga kebersihan.Sembari memantau anak di area bermain, calon penumpang bisa duduk di ruang tunggu stasiun.Baca juga: Ada dua pintu masuk yang bisa diakses oleh calon penumpang jika hendak naik kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara.Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Potret ruang tunggu untuk calon penumpang Kereta Api Jarak Jauh, yang dekat dengan area bermain anak, di Stasiun Jatinegara, Kamis . Pertama, pintu masuk dari arah luar stasiun, kedua yaitu pintu masuk dari arah kedatangan KRL.Jika datang dari luar stasiun, pintu masuk khusus keberangkatan kereta api jarak jauh berada di ujung sebelah kiri dari arah eskalator kedatangan.Baca juga: 5 Fakta Stasiun Jatinegara, Beroperasi sejak Tahun 1910Patokannya, dari pintu masuk Stasiun Jatinegara, kamu bisa naik eskalator ataupun lift ke lantai dua.Setibanya di lantai dua, belok kiri menuju bagian ujung stasiun untuk pintu keberangkatan kereta api jarak jauh.Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Pintu masuk keberangkatan penumpang Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Jatinegara, Kamis . Di pintu keberangkatan, terdapat mesin pencetak tiket dan petugas yang berjaga memeriksa tiket penumpang. Setelah tiba di sana, kamu bisa menunjukkan tiket ke petugas, untuk masuk ke ruang tunggu.Baca juga: Mengenang Sejarah di Stasiun JatinegaraSementara itu, jika tiba di Stasiun Jatinegara naik KRL, kamu perlu tap out untuk keluar di gate KRL terlebih dahulu. Setelah itu belok kanan menuju pintu masuk keberangkatan kereta api jarak jauh."Kalau masuk lewat jalur KRL, calon penumpang harus keluar gate KRL dahulu, lalu menuju ke pintu keberangkatan kereta api jarak jauh," kata petugas di Stasiun Jatinegara bernama Ikhsan saat Kompas.com temui di lokasi, Kamis .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-13 05:57