Patrick Kluivert Dukung Penasihat Teknis Timnas Indonesia Jadi Dirtek Ajax

2026-02-05 11:45:52
Patrick Kluivert Dukung Penasihat Teknis Timnas Indonesia Jadi Dirtek Ajax
- Patrick Kluivert memberikan dukungan penuh terhadap keputusan Jordi Cruyff, penasihat teknis Timnas Indonesia, yang kini resmi menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek) klub Eredivisie, Ajax Amsterdam.Keputusan Jordi untuk bergabung dengan klub Belanda tersebut disambut positif oleh Patrick Kluivert.Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menilai pengalaman dan dedikasi anak legenda Johan Cruyff ini akan memberikan kontribusi besar bagi Ajax.Patrick Kluivert menjelaskan bahwa dirinya cukup mengenal Jordi Cruyff, terutama saat mereka sama-sama bekerja di Timnas Indonesia.Keduanya kerap berdiskusi mendalam soal sepak bola, termasuk taktik dan pengembangan pemain.Baca juga: Zainudin Amali Sebut Proses Pemilihan Pelatih Timnas Indonesia Rampung, Tunggu Pengumuman Ketum PSSI"Di hotel pemain, kami sering mengadakan pembicaraan mendalam tentang sepak bola," ujar Kluivert dikutip dari VoetbalPrimeur.Kluivert menambahkan, Jordi memiliki pandangan yang matang dalam menentukan arah tim dan pendekatan yang baik terhadap pemain, nilai yang menurutnya sangat penting untuk seorang Dirtek.Selain pendekatan yang baik, pengalaman Jordi sebagai pemain dan pelatih membuat keputusan yang diambil lebih matang dan berbasis pemahaman sepak bola secara menyeluruh."Jordi sangat mencintai sepak bola dan memiliki visi yang sangat jelas tentang cara melatih pemain top dan cara mencapai hasil dengan pemain yang dilatih sendiri," kata Kluivert.Kluivert juga menekankan konsep Jordi yang jelas, termasuk filosofi permainan menyerang dan penggunaan pemain berpengalaman, yang menurutnya mirip dengan pendekatan Johan Cruyff."Jika Anda menutup mata saat dia berbicara, Anda akan mendengar suara Johan," tuturnya.Baca juga: Cerita Ole Romeny di Balik Proses Naturalisasi dan Debut di Timnas IndonesiaPatrick Kluivert optimistis klub Liga Belanda itu akan mendapatkan manfaat dari pengalaman dan visi Jordi Cruyff, terutama di tengah krisis yang sempat melanda klub."Saya mengenal Jordi sebagai seorang visioner, di mana keuntungannya adalah dia sendiri pernah menjadi pemain dan pelatih," ujar Kluivert."Pengalaman-pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan pemahaman tentang permainan, tentang orang-orang, dan untuk jangka panjang."Kluivert menambahkan, Jordi memahami kebutuhan sebuah klub dari dalam, pengalaman yang ia peroleh selama bertugas di Timnas Indonesia, termasuk saat menghadapi tantangan di kompetisi Asia seperti menghadapi Ratchaburi FC.Baca juga: Jordi Cruyff ke Ajax, Ini 5 Aspek Pekerjaannya Bersama Timnas Indonesia"Dia memahami apa yang dibutuhkan sebuah klub, karena dia mengenal sepak bola dari dalam," tutup Patrick Kluivert, menegaskan keyakinannya atas kesuksesan Jordi di Ajax Amsterdam.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-05 11:00