Tak Hanya untuk Naik Kereta, Stasiun Tanjung Priok Disarankan Jadi Wisata Edukasi Sejarah

2026-01-13 11:28:41
Tak Hanya untuk Naik Kereta, Stasiun Tanjung Priok Disarankan Jadi Wisata Edukasi Sejarah
JAKARTA, — Di balik kemegahan bangunannya, Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, menyimpan jejak panjang sejarah perkeretaapian dan perdagangan yang membentuk wajah Batavia pada masa kolonial.Stasiun ini bukan sekadar simpul transportasi, melainkan saksi hidup bagaimana kawasan pelabuhan Tanjung Priok berkembang menjadi salah satu gerbang perdagangan dunia pada era Hindia-Belanda.Sebelum berdiri sebagai stasiun, jalur pelintasan kereta api di wilayah Tanjung Priok telah dibangun lebih dahulu bersamaan dengan pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok sekitar tahun 1883.Jalur ini menjadi jalur perkeretaapian kedua yang dibangun pada masa Hindia-Belanda setelah jalur Semarang–Tanggung di Jawa Tengah.Baca juga: Kala Megahnya Bangunan Bersejarah Stasiun Tanjung Priok Tenggelam oleh Angkot dan PKL Adapun bangunan Stasiun Tanjung Priok baru didirikan pada 1914, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal A.F.W. Idenburg.Stasiun ini dirancang oleh C.W. Koch, insinyur utama dari Staats Spoorwegen (SS), perusahaan kereta api Hindia-Belanda saat itu.Koch membangun Stasiun Tanjung Priok dengan gaya arsitektur modern awal yang dipengaruhi aliran Kubisme. Bentuk bangunan dibuat sederhana dan geometris, namun tetap menampilkan kesan megah dan monumental.Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bangunan Stasiun Tanjung Priok didominasi oleh bentuk persegi, baik pada struktur utama bangunan maupun pada bidang-bidang bukaan seperti pintu dan jendela."Permainan garis-garis vertikal dan horizontal menjadi ciri ornamentasi berlanggam Art Deco yang populer pada awal abad ke-20," tutur Franoto ketika diwawancarai Kompas.com, Jumat .Kaca patri dan keramik masih rapi menghiasi dinding stasiun, menjadi pembeda dengan stasiun-stasiun lainnya di Jakarta.Kesan megah semakin diperkuat oleh keberadaan kolom-kolom besar dan kokoh di beranda utama yang dilengkapi tangga memanjang di sepanjang bangunan.Struktur baja melengkung pada bagian atap bangunan utama turut menambah kesan kekar dan monumental Stasiun Tanjung Priok.Area loket karcis yang berbentuk ceruk juga dipertegas dengan lapisan dinding marmer, menjadi salah satu ciri khas bangunan bersejarah tersebut.Hingga kini, keaslian arsitektur Stasiun Tanjung Priok tetap dipertahankan dan tidak boleh diubah sembarangan. Hal ini seiring dengan penetapannya sebagai bangunan cagar budaya sejak 1993.Baca juga: Lebih dari Sekadar Stasiun, Tanjung Priok Menyimpan Jejak Sejarah Perdagangan Batavia/ SHINTA DWI AYU Kemegahan bangunan Stasiun Tanjung Priok tertutupi oleh angkot dan PKL.


(prf/ega)