Pramono Bakal Cek Langsung Tanah Ambles di Jaktim

2026-01-12 04:06:54
Pramono Bakal Cek Langsung Tanah Ambles di Jaktim
JAKARTA, - Gubernur Jakarta, Pramono Anung merespons kondisi tanah ambles yang ada di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.Menurut Pramono, dirinya akan memeriksa langsung kondisi tanah ambles yang terjadi."Besok akan ke Jakarta Timur. Iya (akan dicek langsung)," ujar Pramono usai meresmikan kembali ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Rasamala yang berada di Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa .Ia menambahkan, kunjungan ke Jakarta Timur itu sekaligus juga untuk memeriksa kondisi RPTRA yang ada di sana.Baca juga: Pramono Resmikan Kembali RPTRA di Tebet yang Pernah Diluncurkan AhokDiberitakan sebelumnya, lima teras rumah di Jalan Sumur Jambu II, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, ambles akibat abrasi yang disebabkan aliran air di selokan sekitar permukiman, Senin ./Febryan Kevin Rumah ambles di kelurahan Makasar, Jakarta Timur akibat abrasi.Ketua RT 08 RW 05 Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Zulkifli menjelaskan, amblesnya lima teras rumah warga terjadi sebelum dilakukan normalisasi saluran air."Ini mau normalisasi (perbaikan saluran) ceritanya, saluran karena sudah tua, awal terbuka masih terlihat (salurannya), karena jalan ini di atas saluran sekarang enggak kelihatan," ungkap Zulkifli saat ditemui, Selasa .Amblesnya teras warga disebabkan oleh abrasi saluran air yang mengikis tembok fondasi rumah."Awalnya memang dari abrasi, nah malam Jumat ada laporan dari warga adanya pergeseran pager, itu langsung kita laporkan ke kelurahan melalui RW," kata Zulkifli.Baca juga: Belum Sempat Dinormalisasi, 5 Teras Rumah di Jaktim Ambles akibat AbrasiSetelah laporan diterima, pada Sabtu dilakukan survei ke lokasi.Dari hasil survei, warga disarankan melakukan pembongkaran pagar secara mandiri."Setelah sedang pengerjaan pembongkaran pagar mandiri, di luar dugaan, memang karena satu bidang tapi beda tembok, akhirnya ketarik, terjadinya kayak gini," ujar Zulkifli.Pembongkaran dilakukan untuk mengurangi beban bangunan sebelum dilakukan pengerjaan normalisasi saluran air.


(prf/ega)