Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Psikolog Jelaskan Pengaruh "Game Online" ke Perilaku

2026-02-04 06:42:54
Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Psikolog Jelaskan Pengaruh
- Baru-baru ini di Medan, Sumatera Utara, terjadi kasus di mana seorang anak (12) melukai ibunya menggunakan pisau sehingga berujung meninggal dunia.Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu lalu. Sang anak bangun dan mengambil pisau dari dapur, kemudian melukai ibunya yang sedang tertidur.Baca juga: Bukan “Game”, Pelaku Ledakan SMAN 72 Terlibat Dark Web dan Komunitas KekerasanKapolrestabes Medan Kombes Calvin Simanjuntak, Senin , menyampaikan salah satu motif tindakan tersebut adalah sakit hati karena sang ibu menghapus game online.Selain itu, sang anak juga disebut sering kali memainkan game online yang menggunakan pisau dan menonton serial anime yang menampilkan pisau.Berkaca dari kasus tersebut, ternyata game online memiliki pengaruh terhadap perilaku kekerasan yang dilakukan pemainnya.Baca juga: Anak Bunuh Ibu di Medan akibat Game Online, Ini Kata PsikologPsikolog Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, mengatakan bahwa game online (terutama yang mengandung kekerasan) memiliki pengaruh terhadap perilaku kekerasan yang dilakukan anak.“Ya, namun tidak secara otomatis atau linier,” kata Danti saat dihubungi Kompas.com, Selasa .“Penelitian psikologi menunjukkan bahwa paparan konten kekerasan yang intens dapat memengaruhi kognisi dan emosi, tetapi efeknya berbeda-beda pada setiap anak,” sambungnya.Baca juga: Apa Itu Game Roblox dan Mengapa Dilarang untuk Anak-anak?Lebih lanjut, Danti menjelaskan, game (dalam kasus yang terjadi di Medan) berperan sebagai pemicu (trigger) dan penyedia model perilaku.“Namun ada faktor kerentanan lain (seperti kematangan emosi, adiksi, dan kemungkinan masalah kesehatan mental yang tidak terdeteksi) yang membuat tragedi ini terjadi,” ujar Danti./BAGUS PUJI PANUNTUN Ilustrasi bermain game online. Pengaruh game online terhadap perilaku kekerasan yang dilakukan anak.Danti juga menjelaskan beberapa pengaruh yang diakibatkan oleh game online terhadap perilaku anak, mencakup:Danti menyebut, paparan kekerasan berulang dalam game (seperti menggunakan pisau) dapat membuat anak merasa bahwa kekerasan adalah hal yang biasa, wajar, atau bahkan solusi yang efektif.Kondisi tersebut membuat rasa empati terhadap rasa sakit orang lain bisa terkikis secara perlahan.Baca juga: Bocah 9 Tahun Bakar 13 Rumah di Sukabumi, Terinspirasi Game Online dan FilmAdegan kekerasan dalam game "menyiapkan" otak untuk merespons situasi stres dengan cara yang agresif.Ketika anak merasa terancam atau marah (misalnya saat game-nya dihapus), memori atau skema perilaku kekerasan dari game tersebut lebih mudah muncul di kepalanya.Berbeda dengan menonton film, dalam game anak adalah "pelaku" atau memiliki peran sebagai tokoh utama.Ia yang mengendalikan senjata dan mendapatkan hadiah (poin/menang) atas tindakan tersebut. Hal ini memperkuat internalisasi perilaku agresif.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kamera belakang Honor 500 Pro juga lebih canggih, dengan konfigurasi kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera telefoto 50 MP dengan zoom optis 3x.Sementara Honor 500 reguler dibekali kamera utama 200 MP dan kamera ultrawide 12 MP yang sama tapi tanpa kamera telefoto.Baca juga: Honor X6b Plus Meluncur, HP Tahan Banting Harga Rp 1 JutaanSelebihnya, spesifikasi Honor 500 dan Honor 500 Pro di China sama. Keduanya kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Layar Honor 500 series diklaim punya bezel yang tipis, sekitar 1,05 mm. Layar ini juga mendukung pemindai sidik jari di bawah layar. Layar keduanya memiliki punch hole yang menampung kamera depan 50 MP.Honor Honor 500 dan Honor 500 Pro kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Untuk software, Honor 500 dan 500 Pro menjalankan sistem operasi Android 16 dilapisi antarmuka MagicOS 10.0Kedua perangkat mendukung Honor Phantom Engine. Honor mengeklaim ini memungkinkan pengalaman main game-nya bakal terasa lebih smooth dan responsif. Pasalnya, ponsel disebut dapat mempertahankan 120fps stabil dalam game MOBA populer, dengan frame rate rendah 1 persen mencapai 118,4fps dan diklaim memiliki tingkat jitter 0,00 persen.Baca juga: Honor MagicPad 3 Pro Resmi, Tablet Flagship Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5Kedua ponsel flagship Honor ini ditopang baetai jumbo sebesar 8.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat (fast charging) 80 watt via kabel, 27 watt reverse wired charging, dan 50 wall nirkabel (varian Pro saja).

| 2026-02-04 05:56