Embarkasi Baru Banten dan Yogyakarta Disiapkan Layani Jemaah Haji 2026

2026-02-03 06:17:52
Embarkasi Baru Banten dan Yogyakarta Disiapkan Layani Jemaah Haji 2026
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan 14 embarkasi akan beroperasi penuh melayani jemaah haji. Kementerian Haji dan Umrah juga menyiapkan dua embarkasi baru, yakni Banten dan Yogyakarta, pada penyelenggaraan ibadah haji 2026."Tahun ini sebanyak 14 embarkasi atau debakarsi utama akan beroperasi penuh, antara lain Aceh, Medan, Padang, Pondok Gede, Bekasi, Solo, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Lombok, Makassar, Palembang, Batam, dan Indramayu Kertajati," kata Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu .Gus Irfan menilai Banten dan Yogyakarta telah memenuhi kesiapan sarana asmara. Selain itu, pengaktifan dua embarkasi baru itu bertujuan agar pergerakan jemaah haji lebih efisien."Selain itu, dua provinsi baru, yaitu Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta, telah ditetapkan embarkasi atau debakarsi baru, mengingat kesiapan sarana asmara, dukungan pemerintah daerah, serta potensi efisiensi pergerakan jemaah dari wilayah sekitarnya," ujarnya."Langkah ini menjadi bagian upaya pemerataan layanan dan peningkatan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji di tingkat regional," sambung dia.Gus Irfan mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan, mulai peningkatan kualitas akomodasi hingga kapasitas SDM. "Persiapan yang dilakukan mencakup peningkatan kualitas akomodasi, konsumsi, transportasi, pembenahan infrastruktur utama, seperti kamar jemaah, dapur, ruang tunggu, serta peningkatan kapasitas SDM," paparnya.Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, khususnya untuk memastikan seluruh asrama memenuhi standar sanitasi."Kementerian Haji dan Umrah RI bekerja sama erat dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan seluruh asmara memenuhi standar sanitasi dan higienitas lingkungan yang layak," tuturnya.Simak juga Video: Kemenhaj Bicara Rencana Pembentukan Embarkasi Haji Yogyakarta[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-03 05:49