Prakiraan Cuaca BMKG: Ini Wilayah yang Akan Hujan Lebat 30 Desember-5 Januari

2026-01-14 03:15:31
Prakiraan Cuaca BMKG: Ini Wilayah yang Akan Hujan Lebat 30 Desember-5 Januari
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada 30 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.Sebelumnya, pada periode 26–29 Desember 2025, BMKG telah memantau adanya hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di beberapa wilayah Indonesia.“Hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di wilayah DI Yogyakarta dengan curah hujan mencapai 172,2 mm/hari,” tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa .Sementara itu, hujan dengan intensitas lebat juga teramati di Kalimantan Selatan dengan curah hujan 84,4 mm/hari, Kalimantan Barat 62,9 mm/hari, Sumatera Utara 77,0 mm/hari, Sulawesi Selatan 90,2 mm/hari, serta Bali 85,3 mm/hari.Baca juga: BMKG: Prakiraan Cuaca Malam Tahun Baru, Waspada Efek Siklon Tropis HayleyPada Senin , Bibit Siklon Tropis 96S terpantau mengalami peningkatan intensitas dan berkembang menjadi Siklon Tropis Hayley di Samudra Hindia selatan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).BMKG menyatakan, keberadaan siklon tropis tersebut memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia.Selain pengaruh sistem siklon tropis, kondisi dinamika atmosfer pada skala regional hingga global juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian hujan di sebagian wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.BMKG memprakirakan, dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih akan berperan signifikan dalam memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia hingga sepekan ke depan.Pada skala global, fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan kondisi La Nina lemah."Kondisi ini berpotensi mendukung peningkatan aktivitas konveksi dan pembentukan awan hujan," tulis BMKG.Sementara itu, pada skala regional, seruakan udara dingin (cold surge) dari Asia menuju wilayah Indonesia diprakirakan akan menguat dalam beberapa hari ke depan.Kombinasi dinamika atmosfer tersebut berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia.Baca juga: Siklon Tropis Hayley dan Bibit Siklon Tropis 98S Terdeteksi di Indonesia, BMKG Peringatkan Wilayah TerdampakSuhu muka laut yang relatif hangat juga turut mendukung peningkatan suplai uap air di sejumlah wilayah perairan Indonesia.Selain itu, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator juga terpantau aktif di wilayah Samudra Hindia barat Aceh, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur."Kondisi ini turut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah-wilayah tersebut," kata BMKG.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-14 18:31