Pastikan UMK Solo 2026 Naik, Wali Kota Respati: Nanti Dulu, Sabar...

2026-02-04 06:54:14
Pastikan UMK Solo 2026 Naik, Wali Kota Respati: Nanti Dulu, Sabar...
SOLO, - Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengonfirmasi bahwa Upah Minimum Kota (UMK) Solo untuk tahun 2026 akan mengalami kenaikan.Namun, persentase kenaikan tersebut masih menunggu keputusan dari pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah."Usulan (belum). Nunggu provinsi dulu. Regional menentukan dari atas," ujar Respati di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu .Baca juga: Khofifah Naikkan UMK 7 Daerah di Jatim, Buruh: Belum Menjawab KebutuhanIa menambahkan bahwa meskipun belum dapat memberikan kepastian mengenai besaran kenaikan UMK, ia memastikan bahwa UMK Solo akan naik."Nanti dulu. Sabar. Mundak, mundak (naik, naik)," kata Respati.Sebagai informasi, UMK Solo untuk tahun 2025 telah naik sebesar 6,5 persen dari tahun sebelumnya, dari Rp 2.269.070 menjadi Rp 2.416.560.Kenaikan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 16 Tahun 2024 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2025.Sementara itu, penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah untuk tahun 2026 yang sebelumnya dijadwalkan pada 21 November 2025, kini masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) terbaru sebagai pengganti PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Aziz, usai mengikuti uji publik Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengupahan di kantornya, Rabu .Baca juga: Bertemu Pengusaha, Dedi Mulyadi Soroti Pajak, Desa Miskin, hingga UMK"Karena hari ini bertepatan dengan uji publik pengganti PP 36, maka kami menyimak dan mengikuti penjelasan dari Bu Dirjen PHII. Ini masih dalam bentuk RPP, jadi kita tunggu sampai PP-nya resmi keluar," kata Aziz. Ia juga menyebutkan bahwa Dewan Pengupahan Provinsi telah membentuk dua komisi, yaitu komisi pengupahan dan komisi sistem pengupahan, yang akan menyusun rekomendasi sebelum disampaikan kepada gubernur.Jadwal penetapan UMP dan UMK dapat berubah, tergantung pada kapan PP baru diterbitkan. "Apakah nanti masih seperti itu, kita ikuti perkembangannya. Kalau PP-nya belum keluar, kita belum bisa pastikan," ungkap Aziz.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-04 06:42