DENPASAR, – Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung akan dilakukan pada 23 Desember 2025.Namun instruksi penutupan ini dinilai terburu-buru lantaran belum dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pengolahan sampah di tingkat desa maupun kecamatan.Masyarakat makin resah karena sejumlah petugas swakelola sampah mengumumkan bahwa Jumat, 19 Desember 2025, adalah hari terakhir pengangkutan sampah dari rumah warga dan pemukiman padat.Baca juga: TPA Suwung Segera Ditutup, Asosiasi Vila di Bali Sebut Belum Ada Solusi Pembuangan SampahBagi warga yang memiliki lahan luas, menimbun sampah mungkin masih memungkinkan.Namun, bagi penghuni kamar kos di Denpasar dan sekitarnya, kebijakan ini dianggap mencekik.Sri Rahayu, seorang penghuni kos di Jalan Pulau Misol Denpasar, mengaku bingung jika sampahnya tidak akan lagi diangkut."Kami hanya tinggal di sepetak kamar kos. Tidak punya lahan sendiri untuk mengelola atau menimbun sampah. Setelah tanggal 19, kami disuruh atur sendiri. Ini maksudnya bagaimana?" keluhnya pada Kamis 18 Desember 2025.Baca juga: TPA Suwung Bali Segera Ditutup, Pemkot Denpasar Sewa 60 Truk untuk Buang SampahSenada dengan Sri, Veronica, seorang ibu rumah tangga yang juga tinggal di area padat, merasa pemerintah harusnya lebih siap rencana jika mengambil kebijakan.Ia bahkan melontarkan sindiran pedas sebagai bentuk protes."Apa saya harus buang semua alat dapur supaya tidak masak lagi? Biar tidak ada sampah rumah tangga?" cetusnya.Kritik tajam juga datang dari warga lain yang menilai pemerintah terlalu memaksakan keadaan.Al Amin, salah satu warga, menyoroti bahwa partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sebenarnya sudah mulai tumbuh, namun tidak didukung oleh fasilitas yang mumpuni."Sesuai aturan, fasilitas sarana penampungan sementara dan sistem pengolahan itu wajib disediakan pemerintah. Tapi kenyataannya? Infrastruktur di tiap desa belum siap, Ini sangat tidak masuk akal," tegas Al Amin.Baca juga: Jika TPA Suwung Ditutup, Warga Denpasar Berharap Ada Mesin Pengolah Sampah di Setiap Desa"Kami sebagai masyarakat kan partisipasinya memilah sampah berdasarkan sumbernya, itu sudah kami lakukan, tapi sistem operasi pengelolaannya kan tanggung jawab pemerintah," ujar dia."Apa iya kami warga kos yang hanya tinggal sewa di sepetak kamar lalu menjadikan kamar kecil kami tempat penampungan dan pengelolaan sampah juga?" jabarnya.
(prf/ega)
Petugas Umumkan Besok Hari Terakhir Angkut Sampah Imbas TPA Suwung Ditutup, Warga Denpasar Bingung
2026-01-12 09:52:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:44
| 2026-01-12 08:44
| 2026-01-12 08:19
| 2026-01-12 07:47










































