Bahasa Asing Bakal Diajarkan di Sekolah Rakyat, dari Korea hingga Jepang

2026-01-12 03:42:23
Bahasa Asing Bakal Diajarkan di Sekolah Rakyat, dari Korea hingga Jepang
JAKARTA, - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan bahwa anak-anak di Sekolah Rakyat nantinya akan mendapatkan pelajaran bahasa asing.Hal ini disampaikan Mukhtarudin usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memberikan kurikulum atau materi tentang pekerja migran Indonesia ke Sekolah Rakyat."Kalau untuk kebutuhan pasar luar negeri ya, pemetaannya paling tidak kita bahasa dulu. Bahasa yang mau kita persiapkan adalah bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Jepang, bahasa Korea, bahasa Mandarin, dan mungkin bahasa Jerman," ujar Mukhtarudin di Kantor KP2MI, Jakarta Selatan, Senin .Mukhtarudin mengatakan, permintaan pekerja dari negara-negara Eropa juga semakin banyak sehingga kemampuan bahasa asing penting bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri.Baca juga: Materi soal Pekerja Migran Akan Diajarkan di Sekolah RakyatOleh karena itu, menurut dia, P2MI juga merencanakan akan memberikan pengajaran bahasa Portugis sesuai arahan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto."Mulai banyak permintaan dari negara Eropa dan Barat dan Eropa Timur. Jadi, kita akan mengisi itu, ya. Mungkin Presiden sempat juga sebut kita tentang Portugal. Kemungkinan kita juga akan membicarakan lebih teknis tentang pembelajaran bahasa Portugis," katanya.Mukhtarudin mengatakan, peluang pasar yang terbuka itu harus dimanfaatkan dengan baik dan bahasa asing adalah modal dasarnya."Intinya bahwa peluang-peluang pasar yang ada terbuka itu, paling tidak bahasanya kita persiapkan dulu. Setelah itu, baru kita isi dengan sentuhan skill-nya, khususnya skill-skill dasar terkait dengan kebutuhan sesuai per sektor," ujarnya.Baca juga: Menteri PANRB Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Tidak Hanya Belajar dari Buku, tapi Membangun Karakter SDM Indonesia ke DepanSetelah menguasai kemampuan berbahasa asing, fokus selanjutnya adalah pelatihan dan sertifikasi keterampilan kerja."Antara pelatihan, sertifikasi dan kompetensi, dengan penempatan itu nanti jadi satu link and match. Jadi tidak parsial. Yang dilatih siapa, apa, kompetensinya apa, ditempatkan di negara mana, sektornya apa," katanya."Jadi, nanti pasti akan kita bicarakan secara teknisnya dengan Kementerian Sosial," ujar Mukhtarudin menalnjutkan.Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa pengajaran bahasa asing ini bakal menjadi pendidikan tambahan di Sekolah Rakyat."Khususnya yang ingin bekerja di luar negeri, tentu ada pendidikan tambahan, khususnya bidang bahasa. Nah, dalam urusan ini, yang paling mengerti Pak Menteri KP2MI dan jajaran," kata Mensos.Gus Ipul berharap, KP2MI dapat memberikan pembelajaran sejak dini kepada para siswa Sekolah Rakyat, terutama bagi mereka yang berniat bekerja ke luar negeri."Melalui informasi, edukasi, modul ajar yang memang dibutuhkan bagi anak-anak kita yang akan bekerja di luar negeri," ujar Gus Ipul.Baca juga: 10 Bahasa Asing yang Diprediksi Mendominasi pada 2050, Portugis Nomor Berapa?


(prf/ega)